loading...
Ingin akhiri perang selama 4,5 tahun, perundingan damai Ukraina dan Rusia digelar pada Oktober mendatang. Foto/X
MOSKOW - Kepala staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Kyrylo Budanov, mengatakan pada hari Sabtu bahwa Kyiv sedang bersiap untuk melanjutkan kembali pembicaraan tiga pihak pada bulan Oktober, yang bertujuan menyelesaikan perang dengan Rusia yang telah berlangsung lebih dari 4,5 tahun.
Kyrylo Budanov, sebagaimana dikutip oleh media Ukraina, mengatakan kepada wartawan di sela-sela konferensi di Kyiv bahwa Ukraina sedang mempersiapkan diri untuk kemungkinan adanya pembicaraan baru yang melibatkan Rusia dan Amerika Serikat.
"Kami sedang bersiap. Pada bulan Oktober," ujar Budanov.
Budanov berbicara beberapa hari setelah utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengadakan pembicaraan di Moskow maupun Kyiv. Itu adalah kunjungan pertama mereka ke Moskow sejak Februari dan kunjungan pertama mereka ke ibu kota Ukraina tersebut.
Pertemuan tiga pihak terakhir berlangsung di Jenewa pada bulan Februari. Upaya diplomatik yang dipimpin AS sempat terhenti karena Washington berfokus pada konflik dengan Iran.
Setelah mengunjungi kedua ibu kota tersebut, Witkoff mengatakan bahwa mereka menyambut baik momentum baru dalam melanjutkan pembicaraan.
Zelenskyy mengatakan kedua utusan tersebut telah menyampaikan beberapa gagasan yang "sangat bagus dan bermanfaat". Ia mengusulkan agar pertemuan tiga pihak yang baru dapat diselenggarakan oleh Turki, Uni Emirat Arab, Swiss, atau negara-negara lain.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Moskow tidak menutup kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan damai, namun menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan kapan dan di mana pembicaraan tersebut akan berlangsung.
Perbedaan besar mengenai cara mengakhiri perang masih ada di antara kedua belah pihak. Salah satu isu utama adalah nasib wilayah yang masih dikuasai Ukraina di kawasan Donbas timur; wilayah yang diklaim oleh Moskow sebagai miliknya namun gagal direbut sepenuhnya meskipun telah terjadi pertempuran sengit selama bertahun-tahun.
Sementara itu, serangan udara Rusia di beberapa wilayah Ukraina pada hari Sabtu menewaskan sedikitnya sembilan orang, melukai puluhan lainnya, serta merusak bangunan tempat tinggal dan infrastruktur di seluruh negeri, menurut keterangan pejabat setempat.








































