Tinjau Korban Longsor di Cisarua, Stafsus Menag: Bagian dari Traumatic Healing

1 day ago 8

loading...

Staf Khusus Menag Gugun Gumilar bersama anak-anak korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (1/2/2026). Dalam kunjungannya, rombongan Kemenag menyerahkan bantuan kepada para korban. Foto/Dok. SindoNews

BANDUNG BARAT - Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau langsung para korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (1/2/2026). Ia didampingi Staf Khusus Menag Gugun Gumilar, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman, serta Plt Kepala Kantor Kemenag Bandung Barat, Mukti Hartono.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kemenag menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara di tengah musibah yang dialami warga. Gugun mengatakan, penanganan bencana tidak hanya sebatas bantuan fisik, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan spiritual masyarakat. Baca juga: 57 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi, BNPB: Telah Diserahkan ke Keluarga

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian menyeluruh. Baik bantuan kebutuhan dasar maupun penguatan mental dan spiritual agar mereka bisa bangkit kembali,” katanya.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya traumatic healing, khususnya bagi warga yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana longsor. Pendekatan keagamaan dilakukan melalui penguatan spiritual dan pendampingan emosional agar para korban kembali merasa tenang dan memiliki harapan.

Selain itu, Gugun menuturkan, pendampingan psikososial merupakan bagian penting dari tugas Kemenag dalam situasi kebencanaan. “Kami ingin para korban tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan kehadiran dan empati negara. Traumatic healing ini menjadi ikhtiar bersama agar masyarakat terdampak dapat pulih secara mental, emosional, dan spiritual,” ujarnya. Baca juga: Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 pada 17 Februari

Kemenag berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat dalam mendampingi warga terdampak bencana. Termasuk menghadirkan layanan keagamaan yang menenangkan dan menguatkan.

(poe)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |