loading...
Jennifer Coppen. Foto/Instagram @jennifercoppenreal20
JAKARTA - Jennifer Coppen kembali menjadi perbincangan publik seusai disebut mengalami konflik dengan mertuanya, yaitu ibu Dali Wassink. Jennifer bahkan dituding membuat akun palsu demi menjelekkan mertuanya tersebut.
Kecurigaan netizen beredar di media sosial dan berawal dari dugaan cara pengetikan akun Instagram bernama old_sweety yang disebut sangat mirip dengan cara pengetikan (typing) Jennifer Coppen. Terlebih akun tersebut mengetahui banyak cerita yang selama ini tidak terlalu dipublikasi oleh calon istri Justin Hubner tersebut.
Baru-baru ini akun tersebut tampak membalas komentar warganet dengan komentar pedas. Ia menyinggung sosok almarhum Dali yang disebut tidak bekerja dan hanya bergantung hidup pada Jennifer.
Baca Juga : Jennifer Coppen Unggah Foto Berlatar Biru, Mau Menikah dengan Justin Hubner?
"emgnya dali itu sapaa? yg suka rebahan aja ya? soalnya hanya liat istrinya hamil gede msh pontang panting kerja buat ngidupin klrga kecilnya," tulis akun old_sweety.
Mengetahui isu yang beredar tersebut, Jennifer pun akhirnya buka suara di Instagram Storynya. Ia menyebut dirinya difitnah dan membuka sayembara berhadiah Rp 1 Miliar jika bisa membuktikan akun bodong tersebut adalah miliknya.
Diketahui rumor ini beredar di tengah huru-hara yang terjadi antara Jennifer dan mertuanya, Yaya. Beberapa waktu lalu Jennifer disebut menyindir mertuanya karena merasa tak terima cucunya memanggil Justin Hubner dengan sebutan 'Papa'.
Baca Juga : Suami Terseret Kasus Investasi, Boiyen Tegaskan Tak Tahu Apa Pun
Menurut Jennifer, sudah sewajarnya Kamari memanggil Justin dengan sebutan 'Papa', mengingat sebentar lagi ia akan menjadi ayah sambung bagi Kamari. Dalam pernyataannya di live Tiktok, Yaya sebenarnya tidak melarang Kamari untuk menyebut Justin Hubner dengan sebutan 'Papa'.
Namun Yaya menegaskan bahwa fakta tak bisa dipungkiri, jika ayah biologis Kamari tetaplah Dali Wassink, anaknya. Jennifer seakan tak terima dengan pernyataan Yaya dan menegaskan bahwa keluarga tak hanya berasal dari hubungan darah, namun juga berdasarkan ketulusan.
(wur)































