Pertamina NRE Kembangkan Pengelolaan Sampah Jadi Sumber Energi di Bandung

3 hours ago 1

loading...

Pertamina NRE memperkuat pengembangan ekonomi sirkular melalui proyek percontohan Decentralized Waste Management (DWM) di Kota Bandung, Jawa Barat. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat pengembangan ekonomi sirkular melalui proyek percontohan Decentralized Waste Management (DWM) di Kota Bandung, Jawa Barat. Proyek tersebut dirancang untuk mengolah sampah perkotaan menjadi material bernilai daur ulang dan bahan bakar alternatif, sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

"Sampah tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Melalui proyek ini, kita ingin mendorong transformasi dari waste menjadi resource, dan selanjutnya dari waste menjadi value," ujar Director Proyek & Operasi Pertamina NRE Norman Ginting dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Target 1 Juta KL per Tahun

Pengembangan proyek percontohan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Danantara, Jakarta, Senin (14/9). Dalam konsep awal, fasilitas DWM dirancang untuk mengolah sekitar 300 ton sampah perkotaan (municipal solid waste/MSW) per hari melalui rangkaian teknologi pemilahan mekanis dan pemulihan material.

Proses pengolahan mencakup pembukaan kantong sampah (bag opening), penyaringan (screening), pemisahan magnetik (magnetic separation), pemisahan balistik (ballistic separation), dan pemisahan arus eddy (eddy current separation). Rangkaian tersebut ditujukan untuk memisahkan material yang memiliki nilai daur ulang, fraksi organik atau fines, serta fraksi mudah terbakar (combustible) yang dapat diproses lebih lanjut.

Norman menjelaskan fraksi combustible akan melalui proses pencacahan, pengeringan, pencampuran, dan pengendalian kualitas untuk menghasilkan Solid Recovered Fuel (SRF) dengan karakteristik yang lebih konsisten. Bahan bakar alternatif itu berpotensi digunakan untuk menggantikan sebagian bahan bakar fosil, baik melalui co-firing pada pembangkit listrik maupun untuk kebutuhan energi industri.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |