Muraqabah, Kesadaran Merasa Diawasi Allah yang Bisa Mencegah Korupsi dan Maksiat

6 hours ago 3

loading...

Seorang hamba meyakini bahwa tidak ada satu pun perbuatan, ucapan maupun sesuatu yang tersembunyi dalam dirinya yang luput dari pengetahuan Allah. Foto ilustrasi/ist

Berbagai perilaku menyimpang masih kerap terjadi di tengah kehidupan masyarakat, mulai dari penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan, kolusi, manipulasi, korupsi hingga berbagai bentuk kemaksiatan. Dalam perspektif Islam, perilaku tersebut tidak hanya berkaitan dengan lemahnya pengawasan dari manusia atau institusi.

Ada satu bentuk pengawasan yang melekat dalam diri seorang Muslim, yakni muraqabah atau kesadaran bahwa setiap perbuatan selalu berada dalam pengawasan Allah SWT .

Secara bahasa, muraqabah berarti menjaga, mengawal, menanti, mengamati atau mengawasi. Sedangkan secara istilah, muraqabah merupakan kesadaran seseorang bahwa dirinya senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT. Kesadaran tersebut akan mendorong seorang Muslim untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, baik ketika berada di tengah masyarakat maupun saat tidak ada seorang pun yang melihat.

Keimanan terhadap sifat Allah SWT yang Maha Mengetahui, Maha Melihat dan Maha Mendengar menjadi landasan utama sikap tersebut. Seorang hamba meyakini bahwa tidak ada satu pun perbuatan, ucapan maupun sesuatu yang tersembunyi dalam dirinya yang luput dari pengetahuan Allah.

Baca juga: Mengenal Mindfulness dalam Islam, Apa Bedanya dengan Khusyuk dan Muraqabah?

Konsep muraqabah juga berkaitan erat dengan makna ihsan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ihsan adalah beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya. Jika tidak mampu melihat-Nya, maka seorang hamba harus menyadari bahwa Allah senantiasa melihat dirinya.

Kesadaran merasa diawasi Allah SWT inilah yang dapat menjadi pengendali perilaku manusia. Seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak karena menyadari bahwa setiap perbuatannya akan dipertanggungjawabkan.

Muraqabah Mendorong Muhasabah

Menurut Drs. H. Amat Sulaiman, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, kuatnya kesadaran terhadap pengawasan Allah dapat melahirkan sikap mawas diri dalam kehidupan sehari-hari.

Muraqabah membuat seseorang senantiasa berhati-hati agar perbuatannya sesuai dengan aturan syariat. Jika kesadaran tersebut terus dipelihara, akan tumbuh pribadi yang memiliki kecenderungan kepada kebaikan.

Kesadaran itu kemudian mendorong seseorang melakukan muhasabah, yakni mengevaluasi amal perbuatan, perilaku dan kondisi hatinya sendiri.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |