Mengenal BRICS Pay, Senjata Baru 11 Negara untuk Transaksi Tanpa Dolar AS

4 hours ago 1

loading...

Usai gelaran KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, kelompok negara-negara berkembang ini secara resmi menegaskan komitmen mereka untuk memperluas transaksi mata uang lokal melalui platform bernama BRICS Pay. Foto/Dok

JAKARTA - Upaya perlawanan terhadap dominasi ekonomi dan sistem keuangan Barat mencapai babak baru. Usai gelaran KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, kelompok negara-negara berkembang ini secara resmi menegaskan komitmen mereka untuk memperluas transaksi mata uang lokal melalui platform pembayaran lintas negara bernama BRICS Pay .

Sistem ini hadir sebagai jawaban atas rentannya infrastruktur keuangan global yang selama ini dikuasai Barat, terutama setelah sanksi masif yang membekukan akses perbankan Rusia dari jaringan SWIFT pasca-konflik Ukraina.

Apa Itu BRICS Pay dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Diolah dari riset BRICS Business Council sejak 2018 dan disetujui secara resmi pada 2024, BRICS Pay adalah ekosistem pembayaran digital terdesentralisasi. Sistem ini bukan dimaksudkan untuk menciptakan satu mata uang tunggal baru, melainkan menjadi bridge (jembatan) yang menghubungkan sistem pembayaran nasional masing-masing negara anggota.

Baca Juga: Hancurkan Dominasi Dolar AS, Rusia dan India Sepakat Bangun BRICS Pay

Saat ini, BRICS mencakup 11 negara anggota-termasuk Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, UEA, hingga Indonesia. Gabungan negara ini mewakili 49% populasi dunia dan menyumbang sekitar 40% dari total PDB global.

Konektivitas QR & dompet digital, dimana wisatawan atau pebisnis dapat bertransaksi langsung menggunakan aplikasi pembayaran lokal mereka (seperti UPI dari India, Pix dari Brasil, atau QRIS/rupiah digital) saat berada di negara anggota lain.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |