loading...
Israel dilaporkan meminta persenjataan canggih dari AS sebagai kompensasi setelah Amerika sepakat menjual jet tempur F-35 ke Arab Saudi. Foto/US Air Force/Airman 1st Class Jose Miguel T. Tamondong
TEL AVIV - Israel telah menyuarakan kegelisahannya setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualam 48 unit jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi. Menurut laporan media Zionis, Tel Aviv berencana meminta tambahan persenjataan canggih dari Washington sebagai bentuk "kompensasi".
Situs berita Walla yang berbasis di Israel melaporkan bahwa Tel Aviv akan berupaya membeli sistem persenjataan canggih yang sebelumnya tidak disetujui oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: AS Akhirnya Jual 48 Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi meski Khawatir Teknologinya Dicuri China
Permintaan tersebut mencakup senjata berbasis antariksa, kemampuan intersepsi pesawat, serta perluasan pengembangan dan produksi sistem pencegat oleh Israel.
"Senjata yang direncanakan akan diminta oleh Israel juga mencakup amunisi penghancur bunker dan sistem bawah tanah yang mampu beroperasi jauh di dalam pegunungan berbatu," tulis media Zionis tersebut dalam laporannya, yang dikutip Middle East Monitor, Minggu (20/9/2026).
Pada hari Kamis, Departemen Luar Negeri AS menyetujui potensi penjualan paket persenjataan, termasuk 48 unit jet tempur F-35, ke Arab Saudi senilai USD24,3 miliar. Menurut dokumen pemberitahuan kepada Kongres AS, selain puluhan pesawat tempur, paket itu juga mencakup 49 mesin Pratt & Whitney F135-PW-100, peralatan kriptografi, dukungan peperangan elektronik, serta paket pelatihan dan logistik.
Jika terealisasi, kesepakatan ini akan menjadikan Arab Saudi sebagai negara Arab pertama yang memiliki jet tempur F-35, sementara saat ini Israel merupakan satu-satunya operator pesawat tersebut di Timur Tengah.












































