Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih 2%, Terseret Harapan Diplomasi AS-Iran

2 hours ago 2

loading...

Sebuah obor gas menyala di kilang Cardon, yang merupakan bagian dari Pusat Pengolahan Minyak Paraguana, Venezuela. FOTO/Reuters

JAKARTA - Harga minyak dunia turun lebih dari 2% pada perdagangan Senin (21/9/2026) setelah muncul harapan dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta pulihnya ekspor minyak mentah Arab Saudi. Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan yang sebelumnya menopang harga minyak di level tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

"Kami telah bertukar berbagai gagasan selama hampir dua pekan mengenai dimulainya kembali perundingan antara Washington dan Teheran," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansar dikutip dari Anadolu Ajansi, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Kilang Minyak Utama Moskow Diserang Ukraina, Pasokan Solar Dunia di Titik Kritis

Pada pukul 10.10 waktu setempat atau 07.10 GMT, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman November turun 2,12% menjadi USD101,68 per barel dari penutupan sebelumnya USD103,87 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November turun 2,32% menjadi USD93,85 per barel dari USD96,08 per barel.

Qatar bersama Pakistan diketahui menjadi mediator antara AS dan Iran. Al-Ansari mengatakan tim mediasi Qatar telah membahas berbagai usulan selama hampir dua pekan untuk membuka kembali jalur perundingan, termasuk setelah memperoleh jaminan dari sejumlah pejabat pemerintahan AS bahwa Washington ingin mencapai kesepakatan.

Menurut dia penyelesaian konflik membutuhkan solusi regional yang menciptakan stabilitas serta kesepahaman internasional untuk melindungi jalur pelayaran, termasuk Selat Hormuz. Upaya diplomatik tersebut meningkatkan harapan bahwa ketegangan Washington dan Teheran dapat mereda sehingga risiko gangguan pasokan energi di kawasan ikut berkurang.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |