Hijrah Seorang Diri, Kisah Ummu Kultsum yang Berani Tinggalkan Keluarga demi Iman

8 hours ago 7

loading...

Kisah Ummu Kultsum menjadi salah satu contoh bagaimana keimanan dapat membuat seseorang berani mengambil keputusan besar, bahkan ketika pilihan tersebut menghadapkan dirinya pada ancaman dan tekanan dari keluarga sendiri. Foto ilustrasi/ist

Dalam sejarah Islam, hijrah juga menjadi bukti keteguhan seseorang ketika harus memilih antara mempertahankan keimanan atau kembali kepada kehidupan yang telah ditinggalkan.

Salah satu kisah hijrah yang menggetarkan datang dari Ummu Kultsum binti Uqbah . Shahabiyah ini rela meninggalkan keluarga dan kampung halamannya di Makkah demi mempertahankan keislamannya.

Kisah Ummu Kultsum menjadi salah satu contoh bagaimana keimanan dapat membuat seseorang berani mengambil keputusan besar, bahkan ketika pilihan tersebut menghadapkan dirinya pada ancaman dan tekanan dari keluarga sendiri.
Ummu Kultsum merupakan putri Uqbah bin Abu Mu'aith dan Urwah binti Quraisy. Dari pihak ibunya, ia masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Khalifah Utsman bin Affan.

Berbeda dengan ayahnya, Ummu Kultsum justru termasuk perempuan Quraisy yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia memeluk Islam ketika masih berada di Makkah dan merahasiakan keimanannya karena khawatir mendapat tekanan dari keluarganya.

Rela Meninggalkan Keluarga demi Islam

Ayah Ummu Kultsum, Uqbah bin Abu Mu'aith, sebelumnya pernah menerima dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, setelah mendapat pengaruh buruk dari orang-orang di sekitarnya, ia kemudian berbalik memusuhi Rasulullah.

Uqbah bahkan dikenal sebagai salah satu orang yang sangat keras dalam memusuhi dakwah Nabi. Ia kemudian terbunuh setelah Perang Badar.

Ummu Kultsum justru mengambil jalan yang berbeda. Di tengah tekanan keluarga dan masyarakat Quraisy, ia tetap mempertahankan keislamannya.

Keberanian Ummu Kultsum semakin terlihat ketika ia memutuskan berhijrah ke Madinah. Ia berangkat seorang diri setelah Perjanjian Hudaibiyah.

Perjalanan tersebut bukan perkara mudah. Ummu Kultsum bahkan tidak mengetahui secara pasti rute menuju Madinah. Dalam perjalanan, seorang laki-laki dari Bani Khuza'ah membantunya hingga akhirnya ia dapat tiba dengan selamat.

Menariknya, selama perjalanan tersebut, laki-laki itu tetap menjaga batas dan tidak banyak berbicara dengan Ummu Kultsum. Ia kemudian mengantarkannya sampai ke Madinah.

Meminta Rasulullah Tidak Mengembalikannya

Setibanya di Madinah, Ummu Kultsum bertemu dengan Ummu Salamah, salah seorang istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |