Tel-U dan Yayasan Jelekong Perkuat Kapasitas Seniman lewat PISN 2026

18 hours ago 16

loading...

Telkom University bersama Yayasan Bubuara Jelekong Indonesia menggelar tiga workshop penguatan kapasitas seniman di Jelekong, Kabupaten Bandung, melalui PISN 2026. FOTO/IST

BANDUNG - Telkom University bersama Yayasan Bubuara Jelekong Indonesia menggelar tiga workshop penguatan kapasitas seniman di Jelekong, Kabupaten Bandung, melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026. Program yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan seniman dalam menghadapi perkembangan ekosistem seni dan teknologi digital.

Ketua Pelaksana PISN 2026 Telkom University, Iqbal Prabawa Wiguna, mengatakan penguatan kapasitas menjadi penting karena seniman tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga perlu mampu memperkenalkan identitas, mendokumentasikan proses berkarya, membangun komunikasi dengan publik, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

"Jelekong memiliki tradisi seni lukis yang kuat dan diwariskan lintas generasi. Melalui program ini, kami ingin membantu para seniman mengembangkan kemampuan baru tanpa meninggalkan karakter dan kekuatan seni yang sudah menjadi identitas Jelekong," ujar Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8/2026).

Jelekong selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan seni lukis di Kabupaten Bandung. Di tengah perkembangan media digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI), para seniman menghadapi kebutuhan baru dalam memperkenalkan karya dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Atas kebutuhan tersebut, PISN 2026 dikemas dalam tiga workshop yang dilaksanakan secara berkesinambungan pada Juli 2026. Materinya meliputi branding karya dan storytelling seniman, marketing dan implementasi AI beserta etika penggunaannya, serta eksplorasi media baru dalam seni.

Workshop pertama bertajuk "Branding Karya dan Storytelling Seniman" digelar pada 9 Juli 2026 dengan pemateri Raphael Rumahloine. Para peserta diajak menggali identitas personal sebagai seniman, mulai dari purpose, autentisitas, signature style, penyusunan profil hingga kemampuan menceritakan proses di balik sebuah karya.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |