Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait

23 hours ago 8

loading...

Iran serang target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait pada Senin (20/7/2026) sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap wilayah Iran. Foto/Tasnim News Agency

TEHERAN - Washington dan Teheran saling melancarkan serangan pada hari Senin (20/7/2026) ketika jumlah korban tewas tentara Amerika Serikat (AS) serangan Iran di kawasan Teluk meningkat menjadi tiga orang dan lebih banyak kapal diserang di Selat Hormuz.

Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam satu bulan karena AS dan Iran berebut kendali atas selat vital tersebut, dengan harga minyak mentah Brent naik di atas USD91 per barel—harga tertinggi sejak 11 Juni.

Baca Juga: Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir

Sejak dimulainya perang pada 28 Februari, Iran telah membalas dengan menargetkan sekutu AS dan aset-aset militer di wilayah sekitarnya, dan dengan memblokir jalur perairan yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia.

Kesepakatan awal yang bertujuan untuk mengakhiri perang telah gagal karena kedua pihak berupaya memecahkan kebuntuan atas Selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada hari Senin bahwa dua kapal tanker minyak yang mencoba melintasi selat tersebut "meledak dan dihentikan", menurut pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan pada hari Senin bahwa sebuah kapal terbakar di selat tersebut, mengutip informasi dari otoritas militer. Penyebab kebakaran belum diverifikasi.

Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk berbagi beban dalam melindungi pelayaran global.

“Jelas bahwa Iran, setidaknya beberapa orang di Iran, ingin mengendalikan selat tersebut dan menggunakannya sebagai alat tawar-menawar terhadap dunia,” kata Rubio kepada wartawan.

“Amerika Serikat akan melakukan dan terus melakukan apa yang perlu dilakukan untuk melindungi pelayaran global, tetapi negara-negara lain perlu mulai meningkatkan peran dan memberikan, baik berupa peralatan maupun dana, untuk membantu menanggung beban tersebut,” lanjut dia, yang dikutip AFP.

Gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan Amerika Serikat hancur setelah Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz. Meski demikian, Rubio mengatakan dia akan terus mencoba untuk mencapai solusi diplomatik.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |