Perundingan AS dan Denmark Tak Ngaruh, Trump Ngotot Akan Caplok Greenland

2 hours ago 3

loading...

Perundingan AS dan Denmark di Gedung Putih gagal mengubah pendirian Presiden AS Donald Trump untuk tetap mencaplok Greenland. Foto/NASA

WASHINGTON - Pertemuan tingkat tinggi antara para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Denmark di kompleks Gedung Putih pada hari Rabu tidak mengubah pendirian Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland. Sikap Trump ini memaksa negara-negara NATO Eropa mengerahkan pasukan ke pulau otonom Denmark itu sebagai langkah antisipasi.

Trump menegaskan kembali pandangannya bahwa apa pun yang kurang dari kendali penuh AS atas Greenland adalah "tidak dapat diterima."

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan dengan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan bahwa masih ada "ketidaksepakatan mendasar" dengan Trump, yang mengatakan bahwa Amerika harus menguasai Greenland untuk melindunginya dari China dan Rusia.

Baca Juga: 3 Negara NATO Kerahkan Tentara ke Greenland, Waswas Dicaplok AS

"Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika," kata Rasmussen, seperti dikutip dari The New York Times, Kamis (15/1/2026).

"Jelas bahwa presiden memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland," katanya lagi.

Eskalasi krisis mungkin telah dihindari, untuk saat ini, oleh apa yang disebut Rasmussen sebagai kesepakatan antara kedua pihak untuk membentuk "kelompok kerja" mengenai masalah ini, yang menurutnya akan berkumpul dalam beberapa minggu mendatang.

Namun, tidak jelas apakah kompromi dimungkinkan. Tuntutan Trump untuk kepemilikan Greenland tampaknya tidak dapat didamaikan dengan desakan Denmark bahwa mereka tidak akan menjual atau menyerahkan wilayah yang jarang penduduknya itu.

Denmark telah menguasai Greenland selama berabad-abad, termasuk sebagai koloni, meskipun saat ini pulau itu sebagian besar memiliki pemerintahan sendiri. Pemerintah Denmark terus memberikan subsidi ekonomi dan keamanan kepada pulau berpenduduk sekitar 56.000 jiwa itu dan mendukung jalur bertahapnya menuju kemerdekaan.

Pada Rabu pagi, Trump mengunggah di media sosial: "Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk tujuan Keamanan Nasional."

"Apa pun yang kurang dari itu tidak dapat diterima," lanjut Trump.

Orang nomor satu AS itu mengatakan dia mungkin akan menggunakan kekuatan militer untuk memperoleh pulau terbesar di dunia tersebut.

Rasmussen, pada gilirannya, mengatakan pada hari Rabu bahwa kepemilikan Amerika “sama sekali tidak diperlukan” untuk memastikan pertahanan Greenland. Denmark, kata dia, bersama dengan sekutunya, telah mengambil langkah-langkah untuk menunjukkan keseriusannya.

Kementerian Pertahanan Denmark telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan latihan militer tambahan di pulau itu yang menampilkan pesawat, kapal, dan tentara dari militer mereka sendiri dan sekutu NATO mereka. Setidaknya tiga negara anggota—Jerman, Prancis, dan Swedia—mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka akan berkontribusi pada latihan tersebut.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |