Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar

3 hours ago 4

loading...

Saat perang Badar terjadi, Abu Bakar tidak pernah jauh dan selalu mendampingi Rasulullah SAW, peperangan yang terlihat mustahil itu, akhirnya dimenangkan umat Muslim dengan pertolongan Allah dan doa-doa Rasulullah SAW. Foto ilustrasi/ist

Kisah teladan di bulan Ramadan ini datang dari sahabat Nabi SAW yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq. Saat perang Badar terjadi, Abu Bakar tidak pernah jauh dan selalu mendampingi Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam. Peperangan yang terlihat mustahil itu, akhirnya dimenangkan umat Muslim dengan pertolongan Allah dan doa-doa Rasulullah SAW.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Abu Bakr As-Siddiq - Yang Lembut Hati" mengisahkan kala itu pihak Muslimin membangun sebuah dangau di barisan belakang, sehingga jika nanti kemenangan berada di pihak mereka, Rasulullah dapat kembali ke Madinah . Hal itu seperti diusulkan oleh Sa'd bin Mu'az.

Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Nabi tinggal dalam dangau itu sambil mengawasi jalannya pertempuran. Pada saat pertempurah berkecamuk, Rasulullah melihat jumlah pihak musuh yang begitu besar sedang pasukan muslimin hanya sedikit. Beliau berpaling ke arah kiblat, menghadapkan diri dengan seluruh hati sanubarinya kepada Allah.

Beliau berdoa membisikkan permohonan dalam hatinya agar Allah memberikan pertolongan, sambil katanya:

"Allahumma ya Allah! Inilah Quraisy sekarang datang dengan segala kecongkakannya, berusaha hendak mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, pertolongan-Mu juga yang Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan ini sekarang binasa tidak lagi ada ibadat kepada-Mu."

Baca juga: Peristiwa Penting Bulan Ramadan, Salah Satunya Perang Badar

Sementara Rasulullah masih hanyut dalam doa, sambil merentangkan tangan menghadap kiblat itu, mantelnya terjatuh. Dalam keadaan serupa itu ia terangguk sejenak terbawa kantuk, dan ketika itu juga tampak olehnya pertolongan Allah itu datang. Beliau sadar kembali, kemudian beliau bangun dengan penuh rasa gembira. Beliau keluar menemui sahabat-sahabatnya sambil berkata kepada mereka:

"Demi Dia yang memegang hidup Muhammad. Setiap seorang yang sekarang bertempur dengan tabah, bertahan mati-matian, terus maju dan pantang mundur, lalu ia gugur, maka Allah akan menempatkannya di dalam surga."

Abu Bakar di Perang Badar

Demikianlah keadaan Rasulullah. Tidak yakin akan kemenangan pasukan muslim yang hanya sedikit itu dalam menghadapi lawan yang jauh lebih banyak, dengan diam-diam jiwanya mengadakan hubungan dengan Allah memohon pertolongan. Kemudian terbuka di hadapannya tabir hari yang amat menentukan itu dalam sejarah Islam.

Abu Bakar tetap di samping Rasulullah. Dengan penuh iman ia percaya bahwa Allah pasti akan menolong agama-Nya. Dengan hati penuh kepercayaan akan datangnya pertolongan itu. Dengan penuh kekaguman akan Rasulullah dalam doanya kepada Allah, dengan perasaan terharu kepada Rasulullah karena kekhawatiran yang begitu besar menghadapi nasib yang akan terjadi hari itu, ketika itulah Rasulullah berdoa mengimbau, bermohon dan meminta kepada Allah akan memenuhi janji-Nya.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |