loading...
Kehadiran pendakwah wanita tidak bisa dinafikkan untuk kebaikan umat dan generasi penerus bangsa. Apalagi, Islam telah menempatkan wanita pada kedudukan yang sangat dimuliakan. Foto ilustrasi/ist
Dakwah dan syiar Islam sudah sangat berkembang saat ini, bahkan hampir seluruh lapisan masyarakat dapat dengan mudah menjangkau dan mengikuti dakwah tersebut. Lantas, bagaimana wanita? Perlukah seorang muslimah berkiprah dalam dakwah tersebut?
Kehadiran pendakwah wanita tidak bisa dinafikkan untuk kebaikan umat dan generasi penerus bangsa. Apalagi, Islam telah menempatkan wanita pada kedudukan yang sangat dimuliakan, sehingga wanita menjadi salah satu makhluk yang istimewa.
Berkaitan dengan peran dakwah ini, Allah Ta'ala menegaskannya dalam firman:
وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS At-Taubah : 71)
Baca juga: Metode Dakwah Para Nabi: Nabi Ibrahim Memulai dari Keluarga, Nabi Muhammad Meneladaninya
Ayat tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara wanita dan laki-laki dalam kewajiban berdakwah. Keduanya sama-sama memiliki peran untuk mengajak pada kebaikan dan mencegah pada hal-hal yang mungkar. Jadi perempuan muslimah juga memiliki tanggung jawab atas gerakan dakwah Islam .
Namun, peran wanita dalam berdakwah di masyarakat tidak seharusnya menjauhkan dirinya dari fitrah penciptaanya sebagai seorang perempuan yang memiliki tugas utama di rumah (keluarga). Banyak perempuan muslimah yang membutuhkan bimbingan dan pendidikan akan tugas dan fungsinya sebagai hamba Allah, sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Karena itu, lingkup dakwah bagi wanita ini dibagi menjadi tiga bagian :
1. Dakwah ada dalam diri mereka sendiri
Dimulai dengan cara memperbaiki dan meluruskan diri untuk menjadi pribadi yang saleha. Dimana keutamaan dan kemuliaan seorang perempuan dilihat dari segi ketaatannya kepada Allah Ta'ala, kesabaran dalam menjaga dan memelihara kehormatan dan keimanan.

































