loading...
Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty menyambut positif rencana Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan marketplace khusus pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty menyambut positif rencana Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan marketplace khusus pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, digitalisasi pengadaan harus sekaligus menjadi instrumen untuk memperluas pasar bagi UMKM, koperasi, petani, peternak, dan pemasok lokal.
"Marketplace MBG jangan sampai hanya menjadi tempat bertemunya pembeli besar dengan pemasok besar. UMKM, koperasi, petani, dan peternak lokal harus menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton dalam rantai pasok MBG," katanya, Selasa (15/9/2026).
Baca juga: BGN Coret 1.653 Sekolah Penerima MBG, Mayoritas Sekolah-sekolah Swasta Bertaraf Internasional
Evita mendukung penerapan sistem verified seller untuk menjamin transparansi, kualitas, dan akuntabilitas. Namun, ia mengingatkan agar proses verifikasi tidak berubah menjadi hambatan administratif maupun digital bagi pelaku usaha kecil. BGN perlu menyiapkan pendampingan agar pemasok lokal yang memenuhi standar dapat dengan mudah masuk ke dalam sistem.
Menurut Evita, pengadaan juga harus memprioritaskan produk lokal sepanjang tersedia dan memenuhi standar. Dengan kebutuhan daging, ayam, telur, beras, minyak goreng, dan susu dalam jumlah besar, belanja MBG berpotensi menciptakan multiplier effect yang sangat besar bagi ekonomi daerah.
"Kalau beras dibeli dari petani lokal, telur dan ayam dari peternak setempat, serta distribusinya melibatkan koperasi dan UMKM daerah, maka anggaran MBG tidak hanya menghasilkan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat usaha rakyat, dan menggerakkan ekonomi daerah," ujarnya.









































