loading...
Uni Emirat Arab bergabung dengan agresi AS dan israel terhadao Iran sejak awal. Foto/X
DUBAI - Sebuah laporan baru yang diterbitkan Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Uni Emirat Arab memainkan peran yang jauh lebih luas dalam agresi AS-Israel terhadap Iran daripada yang diketahui sebelumnya. UEA melakukan puluhan serangan udara di wilayah Iran sejak hari-hari pertama perang.
5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal
1. UEA Berkoordinasi dengan Intelijen AS dan Israel
Wall Street Journal, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan pada hari Jumat bahwa pasukan Emirat melancarkan serangan terhadap target Iran di awal perang dan melanjutkan serangan bahkan setelah gencatan senjata diumumkan pada bulan April, menambahkan bahwa serangan tersebut dikoordinasikan dengan AS dan Israel, dengan dukungan intelijen yang diberikan oleh kedua sekutu tersebut.
Menurut laporan tersebut, target termasuk situs-situs strategis di pulau Qeshm dan Abu Musa di Selat Hormuz, serta lokasi di Bandar Abbas. Pesawat-pesawat Emirat juga menyerang kilang minyak Pulau Lavan dan kompleks petrokimia Asaluyeh, menargetkan komponen-komponen penting infrastruktur energi Iran.
2. UEA Menyerang Fasilitas Energi Iran
Salah satu serangan yang paling kontroversial melibatkan kompleks Asaluyeh. Serangan tersebut, yang dilakukan berkoordinasi dengan Israel, memicu kritik internasional dan mendorong para pejabat AS untuk mendesak Tel Aviv agar menangguhkan serangan terhadap fasilitas energi Iran.
Pengungkapan ini bertentangan dengan jaminan publik yang sebelumnya dibuat oleh negara-negara Teluk Persia bahwa wilayah dan ruang udara mereka tidak akan digunakan untuk aksi militer terhadap Iran.
Menurut laporan tersebut, Abu Dhabi meninggalkan posisi itu tak lama setelah perang dimulai.
3. Aksi UEA Picu Perpecahan GCC
Laporan tersebut selanjutnya menyoroti perpecahan yang semakin besar di dalam Dewan Kerja Sama Teluk Persia (GCC), mencatat bahwa Arab Saudi secara pribadi memperingatkan Washington pada awal April bahwa serangan Emirat berisiko memprovokasi pembalasan Iran terhadap fasilitas energi regional, mengancam pasokan minyak dan pasar global.
Menurut surat kabar tersebut, para pejabat Saudi mendesak AS untuk membujuk Abu Dhabi agar menghentikan keterlibatan militernya dan sebagai gantinya mengejar solusi diplomatik.
Perang tersebut juga mengungkap ketegangan antara para pemimpin Teluk Persia, dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed merasa frustrasi dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman setelah Riyadh menolak untuk berpartisipasi dalam perang terkoordinasi melawan Iran.
4. UEA Terkena Dampak Parah Akibat Perang Iran
Konsekuensi ekonomi bagi UEA juga signifikan. Ancaman rudal yang berkelanjutan dan ketidakstabilan regional telah mengganggu perjalanan udara, melemahkan pariwisata, dan mengguncang kepercayaan investor. Bisnis di berbagai sektor telah mengumumkan cuti dan PHK karena ketidakpastian ekonomi semakin dalam.

































