1 Dekade Dorong Energi Bersih, SUN Masuki Fase Baru Elektrifikasi Industri RI

3 hours ago 5

loading...

Group Head of Marketing SUN, Anggita Pradipta (kanan) saat memaparkan pencapaian SUN selama satu dekade di depan awak media Surabaya, Selasa (8/9/2026). Foto/Dok. SindoNews

SURABAYA - Satu dekade perjalanan di industri energi bersih , SUN telah mengembangkan lebih dari 450 megawatt (MW) kapasitas energi surya melalui lebih dari 400 proyek yang mencakup lebih dari 40 sektor industri. Pencapaian ini menandai perjalanan SUN dalam memperluas adopsi energi surya di sektor komersial dan industri sekaligus menjadi fondasi bagi fase pertumbuhan berikutnya sebagai mitra elektrifikasi bagi industri di Indonesia.

Sejak didirikan pada 2016, SUN berkembang bersama meningkatnya kebutuhan industri terhadap energi yang lebih efisien, rendah karbon, dan andal. Portofolio saat ini mencakup proyek di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand, termasuk pada sektor pertambangan, semen, FMCG, logistik, kertas, kemasan, elektronik, komponen otomotif, dan farmasi. Baca juga: Pemerintah Kebut 17 Gigawatt PLTS Terbangun Tahun Ini

Lebih dari sekadar kapasitas terpasang, pertumbuhan portofolio tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan energi bersih sebagai bagian dari strategi efisiensi dan daya saing industri. Berdasarkan estimasi produksi energi bersih pada 2026, proyek-proyek SUN diperkirakan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 244.549 ton CO₂ per tahun, setara dengan penanaman sekitar 4,06 juta pohon.

“Sepuluh tahun pertama SUN menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri terhadap efisiensi, keandalan, dan daya saing. Memasuki dekade berikutnya, kami ingin membawa pengalaman tersebut lebih jauh melalui sistem elektrifikasi yang semakin terintegrasi, dari energi bersih hingga pemanfaatannya dalam aktivitas operasional pelanggan,” kata Director of Power, SUN, Jefferson Kuesar kepada wartawan di Surabaya, Selasa (8/9/2026)

Dari Energi Surya Menuju Elektrifikasi Terintegrasi
Memasuki fase berikutnya, SUN memperluas solusi dari pengembangan energi surya menuju sistem elektrifikasi yang lebih terintegrasi. Solusi tersebut mencakup PLTS, sistem penyimpanan dan manajemen energi, kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, serta sistem digital untuk mendukung pengelolaan energi dan armada.

Pengembangan ini diarahkan terutama pada sektor dengan kebutuhan energi dan aktivitas operasional tinggi, seperti pertambangan, perkebunan, logistik, manufaktur, kawasan industri, dan FMCG. Dalam elektrifikasi armada, setiap implementasi dirancang berdasarkan kebutuhan operasional pelanggan, mulai dari jenis kendaraan, pola perjalanan, jarak tempuh, kondisi medan, kebutuhan pengisian daya, hingga ketersediaan energi di lokasi.

Melalui produk Mobility, pendekatan tersebut mencakup penyediaan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pengisian daya, skema pembiayaan atau penyewaan, pemeliharaan kendaraan, serta pemantauan melalui Fleet Management System.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |