Rentan Terjerat Pinjaman Online, IRT Harus Bijak Kelola Keuangan Keluarga

20 hours ago 6

loading...

Dosen Unair melakukan sosialisasi dan edukasi literasi keuangan bertema Hindari Pinjol dengan Perencanaan Keuangan kepada ibu-ibu PKK Desa Krosok, Kabupaten Tulungagung. Foto/Dok. SindoNews

TULUNGAGUNG - Dosen Universitas Airlangga (Unair) melakukan sosialisasi dan edukasi literasi keuangan bertema “Hindari Pinjol dengan Perencanaan Keuangan” kepada ibu-ibu PKK Desa Krosok, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Edukasi ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu rumah tangga (IRT) terhadap risiko pinjaman daring (pinjol) serta pentingnya perencanaan keuangan keluarga yang bijak.

Tim dosen terdiri dari Sulistya Rusgianto, Muhamad Said Fathurrohman, dan Dian Filianti. Mereka menjelaskan, pinjaman daring merupakan layanan pinjaman berbasis digital yang mudah diakses, namun memiliki risiko tersembunyi seperti bunga tinggi, denda yang menumpuk, serta pola penagihan yang dapat berdampak pada kondisi psikologis dan sosial keluarga. Baca juga: Simak 3 Tips Atur Keuangan Keluarga

Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam lingkaran utang yang merugikan.
Materi sosialisasi juga menyoroti sudut pandang Islam terkait utang-piutang.

Dalam Islam, pinjaman (qardh) dipahami sebagai akad kebajikan tanpa unsur keuntungan, sementara praktik pinjol berbunga tinggi dikategorikan mengandung riba yang dilarang. "Utang hanya layak diambil untuk kebutuhan primer yang mendesak, disertai kewajiban melunasi dan mencatat utang secara tertib sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an," kata Sulistya Rusgianto, Jumat (9/1/2025).

Selain membahas bahaya pinjol ilegal, peserta juga dibekali langkah-langkah bijak menghadapi pinjaman daring. Seperti memastikan legalitas pinjol melalui OJK, menghitung kemampuan bayar agar cicilan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan keluarga, serta menghindari pinjaman konsumtif.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |