Profil Tjhai Chui Mie, Wali Kota Perempuan Tionghoa Pertama di Indonesia yang 2 Periode Pimpin Singkawang

3 hours ago 1

loading...

Tjhai Chui Mie yang kembali terpilih menjadi Wali Kota Singkawang mencuri banyak perhatian. Dia merupakan wali kota perempuan Tionghoa pertama dalam sejarah Indonesia. Foto: Ist

SINGKAWANG - Tjhai Chui Mie yang kembali terpilih menjadi Wali Kota Singkawang mencuri banyak perhatian. Dia merupakan wali kota perempuan Tionghoa pertama dalam sejarah Indonesia.

Dalam Pilkada 2024, Tjhai Chui Mie beserta pasangannya Muhammadin yang disokong PDIP sukses memperoleh 52.253 suara atau 54,52 persen dari total suara sah.

Baca Juga

Jokowi Resmikan Bandara Singkawang Kalbar

Kemenangan tersebut mengantarkan Tjhai Chui Mie menjadi Wali Kota Singkawang untuk periode keduanya. Dia kemudian dilantik menjadi Wali Kota setelah mengikuti acara pelantikan di Istana Negara pada 20 Februari 2025.

Dalam acara pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, terdapat total 961 kepala daerah yang dilantik, dengan rincian 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota.

Profil Tjhai Chui Mie

Tjhai Chui Mie lahir di Singkawang, Kalimantan Barat, 27 Februari 1972. Dia merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara dari pasangan Cong Kim Chong dan Tjhai Lin Ngo.

Dalam riwayat pendidikannya Chui Mei menempuh pendidikan di SDN 18 Sedau, Singkawang dan lulus pada 1986. Dia lantas melanjutkan ke SMP Santo Tarsisius, Singkawang dan lulus pada 1989.

Chui Mie kemudian melanjutkan ke pendidikan menengahnya di SMK Pratiwi, Singkawang dan lulus tahun 1992.

Kemudian, dia melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas STIE MULIA, Singkawang dan mendapat gelar sarjana dari kampus tersebut pada 2011. Dia juga sempat melanjutkan pendidikan masternya di kampus tersebut.

Kariernya di dunia politik dimulai pada tahun 2004 dengan bergabung ke Partai Indonesia Baru (PIB), sebuah partai yang dimotori etnis Tionghoa.

Dia sukses membesarkan partai hingga mendapat dukungan besar masyarakat Singkawang dan mendapat kursi di DPRD Kota Singkawang. Kemudian, dia masuk menjadi anggota DPRD melalui pergantian antar waktu (PAW) sekitar 7 bulan dia menduduki jabatan itu.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |