loading...
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengatakan, perjanjian dagang IEU-CEPA masuk tahap ratifikasi pada tahun ini. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan, perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IEU-CEPA ) masuk tahap ratifikasi pada tahun ini. Rosan menerangkan, diplomasi ekonomi, seperti melalui perjanjian dagang, merupakan strategi pemerintah untuk menjaga iklim investasi .
Kehadiran investasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. "Di kancah internasional kita sangat aktif menyelesaikan perjanjian kerja sama, misalnya Indonesia–Kanada, kemudian dengan Uni Eropa, target ratifikasi pada tahun ini," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Kesepakatan ini akan menghasilkan penghapusan tarif sebagian komoditas Indonesia yang masuk pasar Eropa. Melalui kesepakatan itu, sekitar 95% ekspor ke Eropa saat ini akan dikenakan tarif 0 persen.
Baca Juga: Prabowo dan Presiden Komisi Eropa Percepat Perjanjian Kemitraan Ekonomi IEU-CEPA
"Pemerintah terus melakukan diplomasi ekonomi sebagai upaya perbaikan iklim investasi di dalam negeri. Kita akan terus meningkatkan iklim investasi kita," lanjutnya.
Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, menyebut produk yang bebas tarif untuk masuk pasar Eropa antara lain minyak sawit dan produk turunannya, alas kaki, produk pertambangan dan turunannya, ban, tekstil dan produk tekstil (TPT), hingga produk olahan pertanian.
"Dari total nilai ekspor Indonesia, yang akan menikmati tarif 0 persen termasuk ekspor sepatu, baju, hingga minyak sawit serta produk turunannya," katanya saat ditemui di Jakarta, (4/8/2025).





































