Penyebab Keracunan MBG Terbongkar, Makanan Dimasak Malam Dimakan Sore Hari

10 hours ago 10

loading...

Salah satu penyebab keracunan MBG yang terjadi di wilayah Papua beberapa waktu lalu karena hidangan tidak langsung dikonsumsi oleh siswa. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan salah satu penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di wilayah Papua beberapa waktu lalu karena hidangan tidak langsung dikonsumsi oleh siswa.

Dari informasi yang ia terima beberapa siswa diketahui membawa pulang MBG ke rumah sehingga makanan yang semestinya menjadi makan siang baru di santap siswa saat sore hari, sehingga ada potensi makanan tersebut basi ketikan dimakan.

"Ada beberapa laporan yang kami terima ada anak yang membawa pulang MBG. Jadi harusnya itu disantap jam 11, dia dibawa pulang makan di jam 4, kemudian yang keracunan tidak hanya anaknya, tetapi juga bisa bapak ibu-nya yang ikut makan," ujar dia saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Selama Enam Bulan, Program MBG Habiskan APBN Rp101,1 Triliun

Selain itu, penyebab lain yang bisa menjadi potensi siswa keracunan MBG ialah waktu masak yang terlalu jauh dari waktu distribusi. Sudaryono juga mendapatkan laporan, bahwa SPPG memproduksi MBG saat malam hari, dan baru didistribusikan pagi hari ke sekolah-sekolah. "Ada yang memulai masaknya itu jam 7 malam, atau hari sebelumnya. Sehingga diberikan jam 11 siang," katanya.

Padahal dikatakan Sudaryono, MBG merupakan makanan tanpa pengawet, sehingga punya potensi basi yang lebih cepat yang dipengaruhi oleh suhu di masing-masing daerah. Daerah beriklim panas menurutnya akan mempercepat pertumbuhan bakteri di makanan. "MBG ini kan tidak ada pengawetnya, jadi sudah pasti cepat, apalagi ada suhunya ada panas, itu kan memicu perkembangan bakteri, itu yang kami ingin perkuat dari sisi edukasi," lanjutnya.

Baca Juga: DPR: Pemisahan Anggaran MBG dengan Pendidikan Tak Harus Tunggu 2028

Ke depan, BGN akan mewajibkan SPPG untuk memberikan informasi di wadah makanan kapan diproduksi, dan kapan sebaiknya makanan tersebut dikonsumsi. Sehingga harapannya tidak ada lagi siswa yang membawa pulang MBG, maupun menunda makan. "Kami akan memastikan kapan makanan matang, sesuai standar tidak lebih dari 4 jam harus dimakan. Kalau di makanan itu kan kadang ada best before, sebaiknya dikonsumsi sebelum," pungkasnya.

(nng)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |