Pengamat Timur Tengah: Trump Incar Selat Hormuz sebagai Center Gravity Iran

3 hours ago 3

loading...

Pengamat Timur Tengah Tabrani Syabirin menilai bahwa strategi Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald J. Trump terhadap Iran berfokus pada penguasaan titik-titik krusial atau Center of Gravity. Foto: Tangkapan layar

JAKARTA - Pengamat Timur Tengah Tabrani Syabirin menilai bahwa strategi Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald J. Trump terhadap Iran berfokus pada penguasaan titik-titik krusial atau Center of Gravity. Menurutnya, dengan menguasai titik tersebut, Amerika Serikat dapat memaksa Iran untuk tunduk pada kehendak politik mereka.

Analisis tersebut disampaikan Tabrani dalam dialog “Interupsi” yang disiarkan iNews TV pada Kamis (30/4/2026). Ia merujuk pada teori perang klasik yang dirumuskan oleh Carl von Clausewitz lewat karyanya berjudul On War.

“Ya dalam teori perang itu seperti yang dirumuskan oleh Carl von Clausewitz dalam bukunya on War itu ya, jadi setiap masyarakat atau negara yang berperang itu dia harus mencari titik-titik yang disebut dengan center graffiti. Titik kuat atau titik lemah, kalau itu dikuasai maka dia bisa memaksa musuh untuk menuruti apa kehendaknya,” kata Tabrani.

Tabrani menjelaskan bahwa diplomasi dan perang pada dasarnya adalah dua sisi dari mata uang yang sama dalam upaya mencapai tujuan politik. Ia menyebut Trump telah memetakan dua titik utama untuk menekan Iran.

“Karena perang itu Carl von Clausewitz itu adalah politik dalam arti lain yang menggunakan. Sementara diplomasi adalah perang tanpa senjata. Untuk perang senjata itu kan ada ada ujungnya dia harus diakhiri dengan perundingan. Untuk menyeret lawan kekuningan Center Gravity nya harus dikuasai,” ujarnya.

“Di mata Trump, Center Gravity itu sekarang ada dua yaitu fasilitas nuklir dan Selat Hormuz. Jadi begitu Iran menutup Selat Hormuz, kata Trump ‘gua blokade ini Selat ini’. Karena dengan cara itu ekonomi Iran itu akan bisa dicekik habis, kena ya ekspor atau impornya kan melalui Selat Hormuz kan sebagian besar,” papar Tabrani.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |