loading...
Kisah ini penuh dengan hikmah, ada seseorang yang tidak berhaji namun mendapat pahala ibadah haji. Sebaliknya, mereka yang tengah menjalankan ibadah haji, tetapi tidak diterima amalannya. Foto ilustrasi/ist
Kisah ini penuh dengan hikmah, ada seseorang yang tidak berhaji namun mendapat pahala ibadah haji . Sebaliknya, mereka yang tengah menjalankan ibadah haji, tetapi tidak diterima amalannya. Kok Bisa?
Kisah hikmah ini disampaikan Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al-Marwazi, seorang ulama ahli hadis terkemuka, asal Khurasan. Selain ulama dia juga adalah seorang pengusaha sukses yang gemar menjalankan ibadah haji dan berjihad di jalan Allah.
Dinukil dari buku "198 Kisah Haji Wali-Wali Allah", karya Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny, dikisahkan, ketika Abdullah bin al-Mubarak akan pergi haji tahun ini, karena tahun berikutnya dia pergi berjihad. "Demikian seterusnya berselang-seling. Itulah kesibukannya selama bertahun-tahun.
Di Makkah, Abdullah bin Al Mubarak juga memulai usaha dagang yang keuntungannya selalu dia bagi-bagikan kepada para muridnya dan fakir miskin di sekitar kota Makkah. Setelah membagi baginya, dia akan menghitung biji kurma yang mereka makan. "Siapa yang paling banyak makan kurma makan diberi hadiah satu dirham olehnya setiap bijinya," katanya.
Baca juga: Pahala Haji Tak Main-Main: Surga Jadi Balasannya
Pada suatu saat, tibalah waktu musim haji bagi Abdullah bin al-Mubarak rah. Dia berniat menunaikannya, hingga terkumpulan bekal sebesar 500 dinar. Maka diapun berangkat menuju Makkah dan menunaikan haji dengan sebaik mungkin. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, Abdullah bin al-Mubarak tertidur dan bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit dan kedua malaikat itu berdialog di antara mereka. Abdullah mendengar dengan jelas percakapan malaikat itu.
"Berapa jumlah orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun ini?" tanya salah satu malaikat.
Malaikat satunya pun menjawab, "Enam ratus ribu."
Lalu malaikat sebelumnya bertanya kembali, "Berapa yang diterima hajinya?"
"Tidak ada yang diterima," jawab malaikat yang satunya.
Abdullah lantas gemetar dan menangis ketika mendengar percakapan dua malaikat itu. Dalam mimpinya, ulama tersebut berpikir, "Semua orang yang ada di sini telah datang dari berbagai penjuru bumi. Dengan kesulitan yang besar dan keletihan semuanya menjadi sia-sia?"
Tak sampai di situ, ternyata dua malaikat itu melanjutkan percakapan. "Kecuali hanya seorang tukang sepatu di Damaskus yang dipanggil Ali bin Muwaffaq. Dia tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Bahkan berkat dialah ibadah seluruh jamaah haji ini diterima oleh Allah."






























