loading...
K.O.P.I merupakan talkshow ringan yang membahas topik keseharian hingga fenomena viral. Foto/MNC Media
JAKARTA - K.O.P.I merupakan talkshow ringan yang membahas topik keseharian hingga fenomena viral. Dipandu dua komika dan host wanita yang seru, obrolan dikemas santai, hangat, dan penuh tawa bersama bintang tamu dengan cerita yang unik. K.O.P.I dapat disaksikan secara eksklusif di RCTI+ setiap Rabu dan Jumat, pukul 16.00 WIB.
Episode terbaru K.O.P.I kali ini menghadirkan kisah hidup yang penuh liku dan perubahan drastis melalui sosok Ria Puspita. Dalam obrolan yang intens namun tetap dikemas santai, Ria membagikan perjalanan hidupnya dari masa lalu yang kelam sebagai mantan dukun santet hingga kini dikenal sebagai kreator konten horor di YouTube. Ia menceritakan titik terendah dalam hidupnya, proses perubahan diri, serta bagaimana pengalamannya kini justru dimanfaatkan untuk membantu orang lain secara spiritual sekaligus menjadi konten edukatif dan hiburan.
Pada episode kali ini, Ria mengungkap awal mula dirinya mempelajari ilmu santet.
Menurut pengakuannya, keputusan itu berangkat dari luka batin karena sering dihina dan direndahkan oleh lingkungan sekitar, hingga menumbuhkan rasa sakit hati yang mendalam. Sebelum mendalami santet, Ria terlebih dahulu mempelajari ilmu kebal sebagai bentuk perlindungan diri, yang kemudian membuka jalannya masuk ke dunia ilmu hitam.
Ria juga secara terbuka menceritakan proses ekstrem yang harus ia jalani untuk mendapatkan ilmu santet, sebuah fase kelam dalam hidupnya yang kini ia kenang dengan penuh penyesalan. Ia mengungkap bahwa ritual yang dijalaninya tidak hanya menguras fisik, tetapi juga mental dan batin. Salah satu proses yang paling berat adalah ketika ia harus meminum darah haidnya sendiri sebagai bagian dari ritual yang diyakini dapat memperkuat ikatan dengan ilmu yang dipelajarinya. Selain itu, Ria juga diwajibkan menjalani puasa selama 40 hari di sebuah sumber mata air, tanpa makan dan minum, dalam kondisi yang sangat menguras tenaga dan jauh dari kehidupan normal.
Menurut Ria, selama menjalani ritual tersebut ia justru tidak merasakan penderitaan sebagaimana yang dibayangkan banyak orang. Dendam dan amarah yang terlanjur menguasai dirinya kala itu membuat rasa sakit, lapar, dan lelah seolah tak berarti. Perasaan sakit hati akibat hinaan dan perlakuan yang ia terima menjadi bahan bakar yang menguatkan tekadnya, hingga ia mampu menjalani proses ekstrem tersebut tanpa rasa takut maupun penyesalan. Fokusnya hanya satu, yaitu mencapai tujuan yang diyakininya dapat membalas rasa sakit yang pernah ia alami. Dalam kondisi tersebut, logika dan empati perlahan memudar, tergantikan oleh keyakinan bahwa semua pengorbanan yang dilakukan adalah sesuatu yang wajar.
Puncak dari perjalanan kelam itu terjadi ketika Ria menerima klien untuk mencelakai seseorang yang ternyata merupakan cucu dari seorang sesepuh di Kalimantan. Tindakan tersebut berujung pada balasan spiritual dari sang sesepuh, yang dampaknya sangat berat bagi Ria. Peristiwa inilah yang menjadi titik balik besar hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertobat dan meninggalkan dunia ilmu hitam.





































