loading...
Piala Dunia 2026 dipastikan bakal terasa berbeda.Selain untuk pertama kalinya turnamen digelar di tiga negara sekaligus di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, FIFA memperkenalkan sederet aturan baru yang akan mengubah ritme permainan secara signifikan.
Mulai dari pembatasan buang waktu, aturan ketat kepada pemain yang memprotes wasit, hingga kewenangan VAR yang makin luas, semuanya disiapkan FIFA demi membuat pertandingan lebih cepat, bersih, dan minim drama yang tidak perlu. Beberapa aturan bahkan diprediksi bisa memicu kontroversi karena sangat tegas terhadap pemain maupun tim.
Berikut 15 aturan baru yang wajib diketahui sebelum menonton Piala Dunia 2026:
1. Pergantian Pemain 10 Detik
Pemain yang ditarik keluar kini hanya diberi waktu maksimal 10 detik untuk meninggalkan lapangan. Jika terlalu lama berjalan keluar atau sengaja mengulur waktu, pemain pengganti tidak boleh langsung masuk dan harus menunggu satu menit permainan berjalan.
Aturan ini dibuat untuk mengurangi aksi buang waktu yang kerap terjadi di menit-menit akhir pertandingan.
2. Hitung Mundur Lemparan ke Dalam
Wasit akan memberikan hitungan visual selama lima detik ketika pemain melakukan throw-in. Jika bola belum dilempar sampai hitungan habis, lemparan otomatis diberikan kepada lawan.
3. Goal Kick 5 Detik
Aturan serupa juga berlaku untuk tendangan gawang. Kiper atau pemain belakang harus segera memulai permainan dalam waktu lima detik setelah aba-aba wasit. Jika terlambat, lawan akan mendapat hadiah sepak pojok.
4. Pemain Cedera Harus Keluar Lapangan
Pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan wajib keluar dan menunggu selama satu menit sebelum boleh kembali bermain. FIFA ingin mengurangi penghentian pertandingan yang terlalu lama akibat pemain pura-pura cedera.
5. Cooling Break di Menit ke-22
Karena Piala Dunia 2026 digelar saat musim panas Amerika Utara, FIFA mewajibkan cooling break sekitar menit ke-22 setiap babak. Durasi jeda pendinginan ini sekitar tiga menit.
6. Tidak Ada Lagi Tactical Timeout Liar
Pemain kini dilarang mendatangi area teknis untuk menerima instruksi taktik ketika pertandingan sedang berhenti karena kiper cedera. Aturan ini dibuat agar jeda medis tidak dimanfaatkan untuk tactical timeout terselubung.
7. Hanya Kapten yang Boleh Protes Wasit
FIFA memperketat komunikasi dengan wasit. Mulai Piala Dunia 2026, hanya kapten tim yang diperbolehkan mendekati wasit untuk meminta penjelasan keputusan.
8. Kerubung Wasit Langsung Kartu Kuning
Pemain yang beramai-ramai mengepung wasit berisiko langsung mendapat kartu kuning. Aturan ini terinspirasi dari keberhasilan penerapannya di beberapa kompetisi Eropa dalam menekan aksi protes berlebihan.
9. Tutup Mulut Saat Bertengkar Bisa Kena Merah
Pemain yang menutupi mulut saat berdebat atau memprovokasi lawan bisa langsung diberi kartu merah. FIFA ingin memerangi hinaan diskriminatif dan ucapan tidak sportif yang sulit terdeteksi kamera.
10. Walkout Protes Wasit Bisa Didiskualifikasi
Jika pemain atau tim meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit, konsekuensinya sangat berat. Pemain bisa dikartu merah, sedangkan tim dapat dinyatakan kalah otomatis.
11. Tim Penyebab Laga Batal Dianggap Kalah
FIFA juga menegaskan bahwa tim yang menyebabkan pertandingan dihentikan atau dibatalkan akan langsung dinyatakan kalah.
12. VAR Bisa Koreksi Kartu Kuning Kedua
VAR mendapat kewenangan tambahan pada Piala Dunia 2026. Salah satunya adalah membantu wasit mengoreksi kartu merah yang berasal dari kartu kuning kedua yang keliru.
13. VAR Bisa Koreksi Salah Tangkap Pemain
Jika wasit salah memberi kartu kepada pemain yang bukan pelanggar sebenarnya, VAR kini dapat ikut campur untuk memperbaiki keputusan.
14. VAR Bisa Cek Corner Kick
Biasanya keputusan corner kick jarang ditinjau ulang. Namun di Piala Dunia 2026, VAR bisa memeriksa apakah sepak pojok diberikan secara keliru, asalkan koreksi dilakukan sebelum permainan dimulai kembali.
15. Format Turnamen Resmi Berubah
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan 48 negara peserta. Format baru terdiri dari 12 grup berisi empat tim. Dua tim terbaik setiap grup dan delapan peringkat tiga terbaik akan lolos ke babak 32 besar. Artinya, total pertandingan juga meningkat drastis dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Perubahan aturan ini menunjukkan FIFA ingin membuat pertandingan lebih efektif dan menarik ditonton. Aksi buang waktu, protes berlebihan, hingga drama berkepanjangan coba ditekan seminimal mungkin. Namun di sisi lain, aturan-aturan baru tersebut juga berpotensi memunculkan kontroversi besar, terutama terkait batas waktu restart permainan dan campur tangan VAR yang makin luas.
(sto)
































