Trump Dicueki, 11 Sekutu AS Menolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

8 hours ago 9

loading...

Sebanyak 11 negara sekutu AS menolak permintaan Presiden Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Foto/Fox News

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta bantuan kepada sekutu-sekutu Washington mengirim kapal perang untuk membuka blokade Iran di Selat Hormuz agar kapal-kapal tanker minyak bisa melintas. Trump bahkan mengancam sekutu NATO, dengan menyatakan mereka akan menghadapi masa depan yang buruk jika menolak permintaannya.

Alih-alih gentar, sekutu-sekutu Amerika memilih mengabaikan ancaman Trump dengan tetap menolak intervensi militer di Selat Hormuz.

Baca Juga: Aneh! AS-Israel Klaim Telah Hancurkan Kemampuan Rudal Iran, tapi Teheran Terus Tembakkan Misil

Pada hari Senin, Trump mengulangi seruannya kepada negara-negara sekutu untuk membantu membuka kembali lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Dia mengeklaim beberapa negara—tanpa merinci detail—siap membantu, sementara yang lain tidak antusias.

Dalam unggahan di Truth Social akhir pekan lalu, dia berharap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain akan mengirimkan kapal perang untuk membantu melindungi jalur sempit dan vital yang dilalui sekitar seperlima minyak global tersebut.

Selat Hormuz sebagian besar telah ditutup sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari, dan beberapa kapal yang mencoba menyeberanginya telah diserang pasukan Iran. Teheran telah memperingatkan bahwa kapal-kapal dari negara yang berpihak pada musuh dalam konflik tersebut tidak akan diizinkan melintas.

Kemampuan Iran untuk memutus lalu lintas melalui selat tersebut telah muncul sebagai ancaman besar bagi perekonomian global.

11 Sekutu AS Menolak Mengirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

1. Jerman

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menolak seruan Trump untuk mengerahkan kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz.

Berbicara di sela-sela pertemuan Brussels, Wadephul mengatakan dia tidak percaya NATO dapat bertanggung jawab atas jalur air tersebut, menambahkan bahwa jika aliansi tersebut memiliki yurisdiksi dalam masalah ini, badan-badannya akan memeriksanya melalui prosedur yang sesuai.

Di Berlin, juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merz, Stefan Kornelius, mengatakan konflik tersebut tidak ada hubungannya dengan NATO.

"NATO adalah aliansi untuk pertahanan wilayah dan mandat untuk mengerahkan NATO tidak ada dalam situasi saat ini," kata Kornelius.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan tidak akan ada "partisipasi militer" dari negaranya, tetapi menambahkan bahwa Berlin siap mendukung upaya diplomatik untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |