loading...
Di IIMS 2026, booth PLN tidak hanya memamerkan perangkat pengisian kendaraan listrik. Di sana narasi yang lebih besar sedang dibangun yakni transformasi digital layanan kelistrikan melalui PLN Mobile. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 , booth PLN tidak hanya memamerkan perangkat pengisian kendaraan listrik. Di sana narasi yang lebih besar sedang dibangun yakni transformasi digital layanan kelistrikan melalui PLN Mobile . Aplikasi yang dulu sekadar kanal informasi kini menjelma menjadi super apps, sebuah “kantor mini” PLN yang berada di genggaman pelanggan.
Executive Vice President (EVP) Pelayanan Pelanggan Retail PLN Joni mengenang kembali masa ketika setiap urusan kelistrikan harus dilakukan di loket. “Dulu pelanggan harus datang ke kantor PLN , entah ke cabang atau rayon. PLN Mobile awalnya hanya aplikasi sederhana, fiturnya terbatas dan belum masif digunakan,” katanya, Kamis (12/2/2026). Baca juga: Kemenhub Sosialisasikan Sertifikasi Bengkel Kustom di IIMS 2026, Motor Modifikasi bisa Dilegalkan
Perlahan, wajah itu berubah. Pada 2021 jumlah pengunduh masih sekitar 500 ribu. Kini, lebih dari 69 juta pengguna telah mengunduh aplikasi tersebut. “Yang masih aktif terdaftar sekitar 9 juta. Angka ini menunjukkan bagaimana kepercayaan publik tumbuh seiring perbaikan layanan,” lanjutnya.
Menurut Joni, keunggulan utama PLN Mobile terletak pada integrasi. Dari proses paling awal seperti permohonan pasang baru, perubahan daya, pencatatan meter melalui fitur SWACAM, hingga pembayaran rekening listrik, semuanya tersedia dalam satu platform. “End to end, pelanggan mendapatkan layanan terintegrasi tanpa harus ke mana-mana,” tambahnya.
Bahkan, aplikasi kini merambah kebutuhan non-kelistrikan. Terdapat fitur marketplace untuk produk ketenagalistrikan, menjadikan PLN Mobile bukan sekadar alat transaksi, melainkan ekosistem digital.
Kehadiran PLN di IIMS 2026 mempertegas peran PLN Mobile dalam ekosistem EV. Di tengah maraknya produsen kendaraan listrik, aplikasi ini menjadi jembatan antara kebutuhan pengguna dan infrastruktur pengisian. “Bagi pengguna EV yang ingin memasang home charging bisa lewat PLN Mobile. Saat perjalanan antar kota dan butuh SPKLU, juga bisa dilihat di aplikasi,” ujarnya.
Fitur Trip Planner menjadi andalan. Pengguna dapat merancang rute mudik, mengetahui lokasi SPKLU, kapasitas baterai, hingga antrean pengisian. “Pertanyaan seperti ‘di mana saya ngecas?’ atau ‘bagaimana kalau antre?’ terjawab di sini,” tuturnya.






























