Tak Hanya Perang, AS Juga Jadikan Iran Medan Uji Coba Senjata Baru

7 hours ago 6

loading...

Rudal Serang Presisi atau PrSM menjadi salah satu senjata baru yang diuji coba AS di tanah Iran selama pertempuran. Foto/Lockheed Martin/Raytheon/Northrop Grumma

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) diketahui telah menguji coba drone dan rudal baru dalam perang melawan Iran yang dimulai lebih dari empat minggu lalu.

Setidaknya satu rudal balistik baru, ditambah drone serang yang dimodelkan berdasarkan salah satu desain Iran, telah diperkenalkan oleh pasukan AS dalam pertempuran sejak pengeboman AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Baca Juga: Negara NATO Ini Tolak Pinjamkan Sistem Patriot untuk Bantu AS Tangkis Rudal Iran

Menurut para pakar, pasukan Amerika mungkin juga telah menggunakan dua sistem anti-drone yang baru dikembangkan dalam menghadapi serangan Iran yang terus-menerus.

Ketika operasi AS dan Israel telah memasuki minggu kelima, serangan terus berlanjut di Ibu Kota Iran, Teheran, pada hari Rabu. Media Iran juga melaporkan serangan terhadap fasilitas baja di Iran tengah dan barat daya.

Setidaknya 14 orang terluka di Israel setelah beberapa serangan rudal Iran hingga Rabu, kata layanan darurat Zionis. Pada saat yang bersamaan, Iran juga melancarkan serangan baru terhadap Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Bahrain.

Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa AS dapat menyelesaikan operasi melawan Teheran dalam dua hingga tiga pekan. Dia mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang "tidak relevan" meskipun dia berulang kali mengancam akan melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran jika para pejabat tingginya tidak menandatangani perjanjian.

Trump mengatakan AS sedang melakukan negosiasi dengan Iran, namun dibantah oleh Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada stasiun televisi Al Jazeera bahwa dia telah berhubungan dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff.

Sementara itu, ribuan tentara dan pasukan elite Marinir AS tiba di Timur Tengah minggu ini, di samping sekitar 50.000 pasukan yang sudah ditempatkan di wilayah tersebut, yang oleh para pengamat dilihat sebagai tanda bahwa AS dapat secara dramatis meningkatkan perang dengan melancarkan operasi darat di wilayah Iran.

Tanpa jalan yang jelas menuju penyelesaian, perang telah menciptakan jurang pemisah antara AS dan sekutunya di Eropa yang ingin tetap berada di luar konflik, sehingga menarik kemarahan Gedung Putih.

Rudal Serang Presisi (PrSM)

Hanya beberapa hari setelah perang dimulai, komandan pasukan AS di Timur Tengah, Laksamana Brad Cooper, memuji penggunaan Rudal Serang Presisi (PrSM) dalam pertempuran sebagai "yang pertama dalam sejarah".

Rudal balistik yang diluncurkan dari darat ini juga tampak menjadi bintang dalam montase yang di-posting oleh Komando Pusat (CENTCOM) AS pada awal Maret.

PrSM menggantikan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) yang telah berusia puluhan tahun, yang dirancang untuk menyerang target berharga seperti lapangan terbang hingga 300 kilometer (186 mil) jauhnya.

Sejumlah rudal lama ini telah disalurkan ke Ukraina untuk digunakan melawan aset Rusia, dan seperti jenis rudal balistik lainnya, lintasan senjata setelah diluncurkan membuatnya sulit untuk dicegat oleh pertahanan udara.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |