Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali

5 hours ago 3

loading...

Peluncuran kapal pintar ini bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dipimpin langsung oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan, dan dihadiri Dewan Komisaris, serta jajaran manajemen Pertamina Group. F

DENPASAR - Masalah sampah perairan di Indonesia kini menemui solusi baru yang cerdas dan ramah lingkungan. PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan LIngkungan (TJSL), berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), resmi meluncurkan dan melakukan simulasi operasional kapal pembersih sampah otomatis bernama Autonomous Trash Skimmer, di Pantai Sekeh, Badung, Bali, Rabu (10/6/2026).

Peluncuran kapal “pintar” ini bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dipimpin langsung oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan, dan dihadiri Dewan Komisaris, serta jajaran manajemen Pertamina Group. Langkah ini sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah perairan yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Mochamad Iriawan menyampaikan masalah sampah perairan menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut, kesehatan dan keindahan pariwisata perairan.

Baca Juga: Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pertamina Perkuat Program Bank Sampah Berbasis Masyarakat

Merespon tantangan tersebut, Pertamina bersama Pertamina International Shipping, Pertamina Foundation, Patra Jasa, menggandeng kampus ITS serta masyarakat pesisir, menginisiasi hadirnya Kapal Autonomous Trash Skimmer. Kapal yang merupakan robot air cerdas dalam operasinya mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI), sistem navigasi otonom, dan energi hybrid untuk "berburu" sampah secara mandiri maupun manual.

“Persoalan tentang sampah ini tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan perekonomian Bali melalui sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Wisatawan datang ke Bali utamanya karena daya tarik pantai, jika pantai penuh sampah, maka daya tarik berubah jadi jijik. Selain itu juga dampaknya terasa oleh para nelayan yang hasil tangkapannya menurun akibat rusaknya ekosistem laut," ungkap Mochamad Iriawan.

"Bagi industri, termasuk Pertamina, sampah laut juga merupakan risiko operasional, dimana sampah dapat mengganggu baling-baling kapal, menyumbat sistem pendingin peralatan dan mesin-mesin, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi," tambahnya.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |