Siapa Rumen Radev? Mantan Pilot Jet Tempur yang Berpotensi Jadi PM Bulgaria

3 hours ago 2

loading...

Rumen Radev terpilih sebagai PM Bulgaria. Foto/X/@ConflictTR

LONDON - Mantan Presiden Bulgaria Rumen Radev, seorang kritikus Uni Eropa yang menyerukan pembaruan hubungan dengan Rusia, memuji "kemenangan harapan" pada hari Senin setelah koalisi Bulgaria Progresif (PB) yang dipimpinnya memimpin jajak pendapat dalam pemilihan hari Minggu, pemilihan parlemen kedelapan dalam lima tahun terakhir.

Banyak pemilih melihat Radev, mantan pilot tempur, sebagai satu-satunya orang yang mampu memberikan awal baru bagi negara Balkan yang dilanda korupsi ini.

Pria berusia 62 tahun ini telah menampilkan dirinya sebagai pembela kaum berpenghasilan rendah di negara termiskin Uni Eropa, sambil berjalan di atas tali tipis dalam isu-isu Eropa.

Ia memuji manfaat yang telah dipetik Bulgaria dari keanggotaan Uni Eropa sambil menyerukan dialog dengan Rusia karena invasi skala penuh Rusia ke Ukraina telah memasuki tahun kelima.

"Bulgaria berada dalam posisi unik, karena kami adalah satu-satunya negara anggota Uni Eropa yang beragama Slavia dan Ortodoks Timur," kata Radev, yang menjabat sebagai presiden selama sembilan tahun, baru-baru ini.

"Itu harus dimanfaatkan... dan kita benar-benar dapat menjadi mata rantai yang sangat penting dalam seluruh proses ini, yang saya yakin cepat atau lambat akan dimulai, untuk memulihkan hubungan dengan Rusia," tambahnya.

Tahun lalu, sebagai presiden, ia menyerukan referendum tentang masuknya Bulgaria ke zona euro, dengan mengatakan bahwa negara Balkan itu belum siap untuk bergabung. Namun, usulannya gagal dan Sofia mengadopsi mata uang gabungan Eropa pada 1 Januari.

Radev juga mengecam bantuan militer ke Ukraina dan Uni Eropa, mencoba untuk mengabaikan minyak dan gas Rusia.

"Secara geografis, ekonomi, dalam hal sumber daya dan sebagai pasar, kita perlu membangun kembali hubungan tersebut," tegasnya.

Siapa Rumen Radev? Mantan Pilot Jet Tempur yang Berpotensi Jadi PM Bulgaria

1. Politikus yang Sulit Dipahami

Bagi sosiolog Parvan Simeonov, Radev sulit dipahami, seperti banyak pemimpin di wilayah tersebut yang, "tergantung pada delegasi yang berkunjung, memilih apakah akan mengibarkan bendera Ukraina di latar belakang atau tidak."

Melansir Euro News, Radev bersikeras bahwa ia mewujudkan ketidakpercayaan terhadap elit dan oligarki negara itu, menyangkal adanya hubungan dengan mereka.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |