Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen

6 hours ago 1

loading...

Ahmad Abdullah Al Sabah pernah dituduh masuk Kristen. Foto/gsn-online

GAZA - Emir Kuwait Sheikh Mishal Al Ahmad Al Jaber Al Sabah menunjuk Sheikh Ahmad Abdullah Al Sabah sebagai perdana menteri baru negara itu pada April 2024 silam. Ahmad Abdullah pernah dituduh masuk Kristen pada 2012 silam.

Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen

1. Memimpin Transformasi Kuwait

Dalam perintah Emiri, Emir Kuwait juga memintanya untuk membentuk pemerintahan baru.

Emir juga menginstruksikan perdana menteri yang baru diangkat untuk memberi tahu majelis nasional tentang nama-nama menteri baru untuk menunjuk mereka.

Perintah Emiri mulai berlaku setelah dipublikasikan di lembaran negara Kuwait. Pada awal April, Kuwait menyelenggarakan pemilihan umum parlemen pertamanya sejak Emir baru memangku jabatan pada bulan Desember.

Majelis Kuwait memiliki pengaruh yang kuat di kawasan tersebut, mengingat pendapatan minyak negara anggota OPEC+ yang besar, mata uang yang kuat, dan pembentukan sistem parlementer sejak tahun 1962.

Kuwait menyetujui anggarannya untuk tahun 2024-2025 pada hari Senin, dengan 36 proyek infrastruktur senilai sekitar USD1,4 miliar (KWD 428 juta), menurut media lokal. Anggaran tersebut mencakup 16 proyek untuk mendukung sektor swasta dengan nilai USD237,6 juta (KWD 72 juta).

Kuwait memiliki sekitar 7% cadangan minyak global dan memiliki kapasitas produksi sekitar 3,2 juta barel per hari (bph), menurut Administrasi Perdagangan Internasional (ITA) pada Desember tahun lalu.


2. Pernah Dituduh Masyuk Kristen

Menurut sebuah video yang baru-baru ini menjadi viral di internet, seorang pangeran kerajaan Kuwait telah menjadi pengikut Yesus Kristus!

Dalam sebuah berkas audio yang diunggah dengan sebuah nama, sang pangeran menegaskan bahwa jika ia dibunuh karena sebuah rekaman yang ia buat saat berbicara tentang pertobatannya, ia sangat yakin bahwa ia akan bertemu Yesus Kristus secara langsung.

Meskipun rekaman pengakuan sang pangeran sering digunakan bersama dengan kesaksiannya, menurut seorang komentator Islam, cerita itu pertama kali muncul di saluran TV Kristen Mesir yang disebut Truth Network, di mana seorang pria berpakaian seperti orang Kuwait. Pria dalam wawancara itu hampir pasti bukan dari keluarga kerajaan Kuwait. Menurut sebagian besar penutur bahasa Arab, orang Arab itu adalah orang Mesir.

Tampaknya cerita itu mungkin tidak benar, tetapi tidak dapat 100% dikesampingkan. Untuk membela kesaksian itu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

(ahm)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |