loading...
Banyak orang menganggap kesuksesan acara pembukaan sebuah hotel dimulai adalah saat menggunting pita, tamu pertama datang, dan unggahan media sosial. Foto/ist
JAKARTA - Banyak orang menganggap kesuksesan acara pembukaan sebuah hotel dimulai adalah saat menggunting pita, tamu pertama datang, dan unggahan media sosial mulai bermunculan. Padahal, momen itu hanyalah puncak dari proses panjang yang telah berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sebelumnya.
Di balik sebuah grand opening yang berjalan mulus, terdapat perencanaan yang matang, koordinasi lintas tim, strategi bisnis yang presisi, hingga kesiapan sumber daya manusia yang tidak terlihat oleh publik.
Pandangan itu disampaikan Rob Collier, Managing Director Future Openings untuk kawasan Timur Tengah, Afrika, Asia Tenggara, dan Pasifik Selatan di Radisson Hotel Group. Selama berkarier, ia telah mengawal lebih dari 100 proyek pembukaan hotel dengan berbagai konsep, mulai dari hotel kelas menengah hingga properti mewah bergaya lifestyle.
Menurutnya, tidak ada satu rumus yang bisa diterapkan untuk semua proyek.
"Setiap hotel memiliki tantangan yang berbeda. Yang paling penting adalah memiliki struktur yang jelas, tim yang tepat, serta kemampuan beradaptasi ketika situasi berubah," kata Collier.
Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi dalam pengembangan hotel adalah anggapan bahwa persiapan baru dimulai ketika pembangunan fisik hampir selesai.
Faktanya, justru pada tahap awal berbagai fondasi keberhasilan sudah harus dibangun.
Mulai dari penyelarasan visi antara operator dan pemilik, penyusunan jadwal yang realistis, pengelolaan anggaran pra-pembukaan, perekrutan jajaran manajemen, hingga strategi pemasaran yang mampu memperkenalkan hotel ke pasar sejak dini.
Dengan kata lain, hotel tidak hanya harus siap secara fisik, tetapi juga siap beroperasi dan siap bersaing.
Industri perhotelan saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih dinamis dibanding beberapa tahun lalu.
Inflasi global, gangguan rantai pasok, keterbatasan tenaga kerja, hingga ketidakpastian geopolitik membuat jadwal proyek dapat berubah sewaktu-waktu. Anggaran pun sering kali harus disesuaikan dengan kondisi terbaru.
Dalam situasi seperti ini, kemampuan beradaptasi menjadi kualitas yang tidak bisa ditawar.


































