Perkuat Trading Kuantitatif dan High-Frequency lewat AI Multi-Agen

6 hours ago 6

loading...

Sistem trading AI multi-agen meluncur, dengan kemampuan memberikan dukungan real-time untuk berbagai skenario trading aset. Foto/Dok

JAKARTA - Di tengah meningkatnya kepadatan data pasar keuangan global dan semakin kompleksnya lingkungan trading, peran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mengalami transformasi signifikan. Platform trading cerdas dan manajemen aset terdiversifikasi, Slickorps baru-baru ini meluncurkan sistem trading AI multi-agen yang mampu memberikan dukungan real-time untuk berbagai skenario trading aset.

Peluncuran ini sekaligus memperkuat posisi teknologi Slickorps dalam bidang trading kuantitatif berbasis AI dan transaksi frekuensi tinggi (high-frequency trading). Di industri trading AI sendiri, fokus persaingan kini telah bergeser, dari sekadar penggunaan AI menjadi bagaimana AI mampu beroperasi secara stabil, real-time, dan sistematis dalam keseluruhan proses trading.

Baca Juga: Masyarakat Diajak Kritis Hadapi Maraknya Aplikasi Investasi dan Trading

Mengacu pada Laporan Tren AI di Sektor Layanan Keuangan 2026 dari NVIDIA, sebanyak 65% lembaga keuangan telah mengimplementasikan AI dalam lingkungan produksi. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI telah berkembang dari tahap eksperimen menuju skala yang lebih luas.

Dari Model Tunggal ke Keputusan Kolaboratif

Sistem trading AI multi-agen yang dikembangkan Slickorps mengintegrasikan berbagai fungsi penting, mulai dari persepsi pasar, pengenalan sinyal, inferensi strategi, hingga respons eksekusi dalam satu sistem dinamis.

Berbeda dengan metode trading tradisional yang mengandalkan model tunggal atau aturan statis, sistem ini menjalankan berbagai agen AI dengan tugas spesifik secara kolaboratif. Agen-agen tersebut menganalisis fluktuasi pasar, aliran pesanan frekuensi tinggi, serta data multidimensi secara paralel, kemudian melakukan penilaian strategi dan penjadwalan eksekusi.

Chief Operating Officer Slickorps, Rizky Pratama menjelaskan, bahwa pendekatan multi-agen menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar modern.

“Arsitektur multi-agen memungkinkan sistem untuk tidak hanya membaca pasar secara lebih komprehensif, tetapi juga merespons dengan ritme yang lebih cepat dan terukur. Ini menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi eksekusi sekaligus memperkuat kontrol risiko,” ujarnya.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |