Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni

4 hours ago 4

loading...

Kemenhaj memastikan pergerakan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah akan dimulai pada Minggu, 7 Juni 2026. Foto/SindoNews

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan pergerakan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah akan dimulai pada Minggu, 7 Juni 2026. Proses ini menjadi bagian dari tahapan akhir penyelenggaraan ibadah haji dan pelayanan jemaah Indonesia di Arab Saudi.

“Jadi, selain proses pemulangan ini mulai esok hari akan dimulai pergerakan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju ke Madinah sebagai bagian dari tahapan akhir pelayanan haji di Arab Saudi,” ungkap Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff saat konferensi pers, Sabtu (6/6/2026).

Maria menghimbau kepada seluruh jemaah agar mempersiapkan diri dengan baik dan tidak membawa barang bawaan secara berlebihan. Barang yang terlalu banyak tidak hanya menyulitkan cuma itu sendiri tetapi juga dapat menghambat proses mobilisasi penempatan bagasi dan pelayanan transportasi yang telah disiapkan.

Baca juga: Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh

“Karena perjalanan dari Makkah ke Madinah akan melibatkan pergerakan jamaah dalam jumlah besar. Oleh karena itu disiplin, kepatuhan terhadap orang petugas dan kesadaran untuk membawa barang sesuai kebutuhan menjadi faktor penting untuk kita bisa sama-sama menjaga kelancaran layanan,” ujarnya.

Maria mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan fase akhir penyelenggaraan haji ini sebagai momentum untuk terus menjaga kesabaran kebersamaan dan semangat saling membantu antar sesama jemaah.

Lihat video: 7 Ribu Lebih Jemaah Haji Indonesia Resmi Tiba di Tanah Air

Sementara itu, bagi jemaah yang masih berada di tanah suci juga diimbau agar tetap menjaga kesehatan karena cuaca di Makkah dan Madinah masih cukup panas hingga saat ini. Sehingga jamaah perlu memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan secara teratur, dan tidak menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

“Perhatian khusus juga tentu kami tunjukan kepada coba lanjut usia cuma disabilitas cuma perempuan serta jemaah dengan resiko kesehatan tinggi. Kami ingin mengajak seluruh petugas untuk kemudian sama-sama menjaga jemaah untuk terus memberikan pendampingan dan perhatian agar seluruh proses ibadah maupun kepulangan dapat berjalan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

(cip)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |