loading...
Kisah Mansa Musa ketika menunaikan ibadah haji sungguh monumental dan mengguncang dunia., sejarah mencatat, inilah perjalanan haji paling glamor, paling mewah dan paling kolosal yang pernah dilakukan oleh manusia. Foto ilustrasi/ist
Mansa Musa adalah orang terkaya sepanjang masa dengan kekayaan US$400 miliar atau setara Rp5.897 triliun. Kisahnya ketika menunaikan ibadah haji sungguh monumental dan mengguncang dunia.
Sejarah mencatat, inilah perjalanan haji paling glamor, paling mewah dan paling kolosal yang pernah dilakukan oleh manusia.
Satu laporan mengatakan jumlah total kafilah Mansa Musa menuju ke Tanah Suci adalah 60.000 orang, termasuk 12.000 budak, yang masing-masing membawa empat pon emas (1,8 Kg) emas, disamping perbekalan lainnya.
Terdapat pula sekitar 80 unta yang berfungsi khusus untuk membawa emas. Eamonn Gearon, dalam bukunya Turning Points in Middle Eastern History, memperkirakan, emas yang dibawa unta-unta ini sekitar 300 pound (136 Kg) per hewan, atau bila ditotalkan sama dengan 24 ton emas.
Jessica Smith dalam TED-Ed Original Leason, menyatakan tidak ada yang melakukan perjalanan dengan anggaran seperti Mansa Musa. Dia membawa kafilah yang membentang sejauh mata memandang.
Baca juga: Mengenal 3 Jenis Haji: Ifrad, Tamattu, dan Qiran
Riwayat menggambarkan rombongan puluhan ribu tentara, warga sipil dan budak, 500 petarung membawa emas dan berpakaian dengan sutra halus, serta banyak unta dan kuda yang mengangkut banyak batangan emas.
Perjalanan yang ditempuh oleh kafilah Mansa Musa diperkirakan lebih dari 4800 km, melewati Gurun Sahara yang merupakan gurun panas terbesar di dunia, yang luasnya setara dengan seluruh Amerika Serikat – termasuk Alaska dan Hawaii.
Gurun Sahara adalah jalur yang paling populer di benua ini, dan sudah digunakan sekitar 6000 tahun yang lalu. Jalur ini merupakan urat nadi ekonomi benua Afrika yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, seperti Jalur Sutra di Asia.
Di samping beratnya tantangan alam – seperti badai pasir – tidak sedikit juga kemungkinan munculnya gangguan dan ancaman di sepanjang perjalanan, seperti perampokan dan serangan-serangan mendadak.































