Layani Tamu Allah! Petugas Haji Sigap Urus Koper Jemaah Haji yang Tiba di Makkah

5 hours ago 3

loading...

Fase pergerakan jemaah haji Indonesia menuju Makkah resmi dimulai dengan kedatangan 4.871 orang pada Kamis, 30 April 2026. Foto/SindoNews

MAKKAH - Fase pergerakan jemaah haji Indonesia menuju Makkah resmi dimulai dengan kedatangan 4.871 orang pada Kamis, 30 April 2026. Kedatangan gelombang perdana ini tidak hanya diwarnai tangis haru, tetapi juga pembuktian layanan paripurna yang ramah bagi kelompok rentan.

Rombongan kloter YIA 1 dan JKG 1 menjadi tamu Allah pertama yang menginjakkan kaki di Sektor 7 kawasan Misfalah pada pukul 13.00 waktu setempat. Beban fisik jemaah langsung diringankan karena petugas dengan sigap mengambil alih seluruh proses bongkar muat koper dari bagasi bus.

Layanan tanpa repot ini memungkinkan jemaah untuk langsung melenggang menuju kamar hotel demi memulihkan energi. Kelancaran sirkulasi kedatangan ini menjadi torehan prestasi tersendiri bagi kesiapan infrastruktur pemukiman di wilayah Misfalah.

Baca juga: Haru Tinggalkan Madinah, Jemaah Haji Kloter Perdana Bergerak Ambil Miqat di Bir Ali

"Kebetulan sektor kami, Sektor 7, mendapat kehormatan dua-duanya kedatangan pertama dari Madinah," bangga Kepala Sektor 7 Misfalah, Ronald Paul Sinyal.

Ronald memastikan seluruh proses penempatan jemaah di Hotel 710 dan Hotel 714 berjalan mulus sesuai rancangan mitigasi. Namun, tugas para petugas tidak berhenti setelah kunci kamar diserahkan kepada para ketua rombongan.

Lihat video: Ibadah Makin Nyaman! Panitia Haji Siapkan Armada Khusus Lansia di Kota Makkah

Tim Sektor 7 langsung menjalankan protokol penyisiran ulang (sweeping) yang dikhususkan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Tercatat ada sekitar 30 jemaah dengan keterbatasan fisik yang memerlukan penyesuaian tata letak akomodasi.

"Nanti kita akan periksa kembali dan jemaah akan ditempatkan di tempat yang lebih ramah pada mereka terkait masalah kesehatan," jelas Ronald menggaransi kenyamanan lansia.

Langkah mitigasi proaktif ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam merawat jemaah risiko tinggi. Memastikan jemaah lansia mendapatkan akses lift yang mudah atau kamar di lantai bawah adalah kunci mencegah kelelahan fatal.

Setelah stamina seluruh jemaah dipastikan kembali bugar, pembimbing ibadah akan mulai mengkoordinir pergerakan ke Masjidil Haram. Rombongan kloter pertama ini dijadwalkan menunaikan ibadah umrah wajib jelang malam hari saat suhu udara mulai mendingin.

(cip)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |