Lark Tawarkan Solusi Kerja Cerdas dan Produktif di Era Digital

1 hour ago 3

loading...

Platform kolaborasi terpadu Lark hadir menawarkan solusi produktivitas dengan menyatukan komunikasi. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Transformasi digital menuntut perusahaan bekerja lebih cerdas dengan sistem yang terhubung dan efisien. Platform kolaborasi terpadu Lark hadir menawarkan solusi produktivitas dengan menyatukan komunikasi, informasi, dan proses kerja dalam satu alur.

General Manager APAC Lark, Mark Dembitz, menegaskan bahwa produktivitas lahir ketika sistem kerja mampu menyatukan orang, informasi, dan proses dalam satu alur yang utuh.

"Produktivitas lahir ketika sistem kerja mampu menyatukan orang, informasi, dan proses dalam satu alur yang utuh dan berkesinambungan. Lark hadir untuk membantu perusahaan membangun cara kerja yang lebih terhubung dan efisien, sehingga kolaborasi dan pengambilan keputusan di dalam perusahaan dapat berjalan dengan lebih cepat," ujar Mark Dembitz seperti dikutip, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Hadiri HPN, 2026 Pilar Saga: Perkuat Peran Pers Hadapi Era Digital dan AI

Sebagai platform kolaborasi terpadu, Lark dirancang untuk mengurangi context switching yang sering terjadi di perusahaan. Diskusi, keputusan, dan eksekusi dapat dilakukan dalam satu aplikasi, sehingga tim tidak perlu berpindah-pindah platform. Dengan sistem mobile-native dan chat-centric, Lark menyatukan komunikasi, manajemen kerja, persetujuan, hingga kolaborasi dokumen dalam satu alur terpadu.

Digunakan di lebih dari 190 negara, Lark terbukti meningkatkan efisiensi operasional hingga 10 kali lipat, produktivitas hingga 39 persen, serta menekan biaya operasional hingga 70 persen. Keunggulan ini menjadikan Lark sebagai solusi bagi perusahaan yang ingin mempercepat transformasi digital sekaligus menjaga efisiensi biaya.

Melalui fitur Messenger, Video Meeting, dan Email, Lark memastikan percakapan, dokumen, dan keputusan tetap berada dalam satu konteks. Pesan dapat langsung diubah menjadi tugas, dokumen, atau persetujuan, sehingga siklus pengambilan keputusan lebih singkat dan risiko miskomunikasi berkurang.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |