Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!

15 hours ago 15

loading...

Korban diam saat disekap dan dianiaya oleh pacarnya selama tahun 3 tahun, karena dia sudah masuk lingkaran abusive relationship. Foto: Minet

BANDUNG - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh TH kepada pacarnya YTR di Bandung saat ini masih bergulir. Kabar terakhir, TH berhasil diamankan oleh Polda Jawa Barat di kawasan Majalaya Kabupaten Bandung pada Selasa (23/6/2026).

Kasus ini menyita perhatian banyak pihak termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang bahkan membuat sayembara untuk menangkap TH saat TH masih menjadi buron. Sebab, tindakan yang dilakukan oleh TH menyekap bahkan menyiksa pacarnya selama tiga tahun hingga mengalami luka fisik yang cukup berat dinilai tidak wajar.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Psikologi Universitas Islam Bandung, Stephani Raihana Hamdan mengatakan bahwa fenomena kasus penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun ini secara psikologis masuk ke dalam lingkaran abusive relationship. Dimana salah satu pihak baik laki-laki maupun perempuan lebih dominan dan mengendalikan bahkan dengan cara negatif berupa tindak kekerasan.

Baca Juga : Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic

“Mungkin kalau dari kacamata psikologi kasus ini sebetulnya bisa dilihat sebagai abusive relationship terutama physical abuse. Jadi memang kekerasan fisik yang memang sudah di titik relationship itu memang abusive, memang hubungannya hubungan yang penuh dengan kekerasan,” kata Stephani saat dihubungi iNews Media Group, Kamis (25/6/2026).

Ia menyebut, bahwa abusive relationship ini merupakan siklus kondisi psikologis dimana pasangan yang mendapat tindak kekerasan akan dibawa kembali ke masa-masa kasmaran atau menyenangkan dalam hubungannya. Dalam kondisi itu, pasangan yang mendapat tindak kekerasan akan merasa untuk bertahan bersama pasangannya meskipun ia telah mendapat tindak kekerasan.

“Jadi ada satu dinamika yang biasanya siklus, jadi kalau abusive relationship itu biasanya selalu ada fase dimana mereka awalnya mungkin honeymoon misalnya orang kasmaran, lagi jatuh cinta, lagi happy-happy. Tapi nanti misalnya mulai ada tanda-tanda abusive, tapi masih sifatnya kecil sampai nanti di titik dia mengalami tindak kekerasan,” ucap dia.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |