Kisah Abdi Dalem 84 Tahun Tiba di Mekkah Berkat Nabung 10 Ribu Tiap Hari dan Jual 14 Kambing

2 hours ago 2

loading...

Perjalanan sejauh ribuan kilometer dari Kulonprogo, DIY menuju Makkah, Arab Saudi akhirnya berhasil dituntaskan oleh Taruno Tanoyo (84) dan istrinya, Sumarni, pada Kamis (30/4/2026). Foto/Nur Wijaya Kesuma

MAKKAH - PERJALANAN sejauh ribuan kilometer dari Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuju Makkah, Arab Saudi akhirnya berhasil dituntaskan oleh Taruno Tanoyo pada Kamis (30/4/2026). Pria berusia 84 tahun tersebut merupakan jemaah haji lansia kloter YIA 1 yang baru saja merampungkan ibadah di Madinah.

Lelahnya perjalanan darat selama tujuh jam seakan menguap tanpa sisa saat ia menginjakkan kaki di lobi Al Asalah Al Bakkiyah Hotel kawasan Misfalah. Taruno yang didampingi istrinya, Sumarni terus memancarkan senyum semringah saat disambut oleh para petugas haji.

Baca juga: Haru Tinggalkan Madinah, Jemaah Haji Kloter Perdana Bergerak Ambil Miqat di Bir Ali

Di balik ketenangan wajah rentanya, tersimpan sebuah epos perjuangan luar biasa dari seorang abdi dalem Pura Pakualaman Yogyakarta. Keberhasilannya menunaikan rukun Islam kelima ini diraih dengan menolak menyerah pada keterbatasan ekonomi selama puluhan tahun.

"Nabung tiap hari, jumlahnya tidak menentukan, kadang-kadang isi, kadang-kadang kosong," kenang Mbah Taruno menceritakan awal mula perjuangannya.

Pengabdiannya di Pura Pakualaman sejak tahun 1965 telah mendidik dirinya menjadi sosok yang konsisten dan pandai bersyukur. Setiap harinya, ia secara disiplin menyisihkan uang pecahan hingga sepuluh ribu rupiah demi melunasi biaya setoran awal ibadah haji.

Baca juga: Filter Ketat Katering Haji 2026, Dapur Wajib Kirim Sampel Makanan Sebelum Didistribusikan

Ketika panggilan menuju Baitullah semakin dekat, tabungan koin demi koin tersebut rupanya masih membutuhkan dana tambahan. Tanpa ragu sedikit pun, Sumarni dan Taruno mengambil keputusan besar dengan menjual seluruh ternak peliharaan mereka.

"Kemarin kambingnya banyak, satu buat dijual buat haji, 14 ekor untuk tambahan berangkat naik haji," ungkap Sumarni dengan keikhlasan yang tulus.

Menariknya, aktivitas mengurus belasan ekor kambing tersebut justru memberikan keuntungan ganda bagi kebugaran fisik sang kakek. Rutinitas berlarian mengejar ternak di kampung halamannya menjadi latihan fisik alami yang membuat stamina Taruno jauh mengungguli usianya.

Berkat kebugaran paripurna tersebut, kakek yang kini memiliki sepuluh cucu dan dua puluh lima buyut ini tidak mengalami kendala kesehatan sedikit pun di Tanah Suci. Ia kini bersiap mengenakan kain ihram untuk segera melaksanakan umrah wajib dan memanjatkan doa kesehatan di hadapan Ka'bah.

(shf)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |