loading...
Jejak Molekuler Aneh Ungkap. Foto/ Live Science
NEW YORK - Para ilmuwan telah menemukan "tanda kimia" misterius yang dapat membantu umat manusia menemukan kehidupan di luar angkasa.
Selama beberapa dekade, pencarian kehidupan ekstraterestrial telah berputar di sekitar pertanyaan yang familiar: apakah molekul yang mirip dengan yang ditemukan di Bumi ada di planet-planet yang jauh?
Namun, sebuah studi yang baru saja diterbitkan menunjukkan bahwa faktor terpenting mungkin bukanlah molekul itu sendiri, melainkan bagaimana molekul-molekul tersebut tersusun dalam pola yang tak terlihat.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnalilmiahNature Astronomy menunjukkan bahwa sistem biologis menciptakan pola statistik karakteristik dalam molekul organik, yang secara signifikan berbeda dari reaksi kimia non-hidup di alam.
Penemuan ini dapat membuka pendekatan yang sepenuhnya baru untuk mendeteksi kehidupan di luar bumi.
Fabian Klenner, profesor madya ilmu planet di Universitas California Riverside dan salah satu penulis studi tersebut, mengatakan: “Kami menunjukkan bahwa kehidupan tidak hanya menciptakan molekul. Ia menciptakan prinsip pengorganisasian yang dapat kita amati secara statistik.”
Tim peneliti menemukan bahwa asam amino dalam bahan biologis umumnya lebih beragam dan terdistribusi lebih merata daripada asam amino yang dihasilkan dari proses non-biologis, yaitu reaksi kimia yang tidak terkait dengan kehidupan.
Sebaliknya, dengan asam lemak, trennya berbalik. Reaksi kimia abiotik menghasilkan distribusi yang lebih seragam daripada yang terjadi dalam sistem kehidupan.
Menguraikan metode baru untuk mencari kehidupan ekstraterestrial: Titik balik yang akan mengubah sejarah astronomi?
Menurut para ilmuwan, ini adalah pertama kalinya karakteristik organisasi kehidupan yang luas diidentifikasi menggunakan analisis statistik, alih-alih bergantung pada satu jenis peralatan khusus.
Hal ini sangat penting karena metode baru ini dapat langsung diterapkan pada data yang dikumpulkan oleh misi luar angkasa saat ini dan di masa mendatang.
Penemuan ini terjadi pada saat eksplorasi planet memasuki fase analisis kimia yang semakin canggih.
Misi penelitian Mars, Europa, dan Enceladus terus-menerus mengumpulkan data tentang senyawa organik. Namun, masalah terbesar tetaplah bagaimana menafsirkan data tersebut.
































