loading...
Amerika Serikat menuntut Iran membekukan pengayaan uranium selama 20 tahun, tapi Teheran hanya bersedia 5 tahun. Foto/X @AlexVatanka
TEHERAN - Perselisihan mengenai aktivitas nuklir Teheran menjadi poin utama yang diperdebatkan dalam negosiasi akhir pekan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan.
Washington telah mengusulkan pembekuan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun dalam proposalnya, tetapi Teheran mengatakan hanya dapat menyetujuinya selama lima tahun, menurut laporan The New York Times dan Wall Street Journal, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: AS Blokade Selat Hormuz, 15 Kapal Perang hingga Jet Tempur Siluman F-35 Dekati Iran
Menurut laporan-laporan tersebut, AS dan Iran bertukar proposal tentang penangguhan aktivitas nuklir Iran selama perundingan di Islamabad, tetapi tetap berbeda pendapat mengenai lamanya kesepakatan.
Teheran telah mengusulkan penangguhan pengayaan uranium hingga lima tahun—tawaran yang ditolak oleh pemerintahan Trump, yang bersikeras pada 20 tahun, menurut laporan New York Times yang mengutip dua pejabat senior Iran dan satu pejabat AS.
Perkembangan ini menandai perubahan besar dari tuntutan pemerintahan Donald Trump sebelumnya agar Teheran mengakhiri pengayaan uraniuam secara permanen di tengah kekhawatiran bahwa hal itu dapat memberikan jalan bagi Teheran untuk membuat senjata nuklir.
Menurut ilmuwan politik Ian Bremmer, di tengah perbedaan pendapat, AS dan Iran mungkin akan mencapai kesepakatan mengenai penangguhan pengayaan uranium selama 12,5 tahun.
Perundingan akhir pekan untuk menyelesaikan konflik antara AS dan Iran adalah pertemuan langsung pertama antara Washington dan Teheran dalam lebih dari satu dekade dan pertemuan paling senior sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979.
Namun, kebuntuan terkait aktivitas nuklir Teheran mengakhiri pembicaraan di Islamabad, tetapi para pejabat mengatakan dialog masih berlangsung, dan mungkin ada jalan menuju kesepakatan perdamaian, bahkan ketika militer AS mulai memblokade pelabuhan Iran pada hari Senin, mengancam gencatan senjata yang telah berlangsung hampir seminggu.
Para pejabat mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa mereka sedang membahas putaran kedua pembicaraan tatap muka tetapi tidak memberikan rincian.
Selain pengayaan uranium Teheran, isu-isu utama lainnya yang dipertaruhkan adalah pembukaan Selat Hormuz—titik transit utama untuk pasokan energi global yang secara efektif telah diblokade oleh Iran, tetapi AS telah berjanji untuk membukanya kembali—serta sanksi internasional terhadap Teheran, menurut laporan kantor berita Reuters yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.



































