Independensi BI Terancam Tukar Guling Thomas Djiwandono dan Juda Agung, Benarkah?

6 hours ago 4

loading...

Rencana pengajuan Wamenkeu, Thomas Djiwandono, sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai sebagai upaya sistematis pemerintah untuk mengintervensi independensi bank sentral. Foto/Dok

JAKARTA - Rencana pengajuan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai sebagai upaya sistematis pemerintah untuk mengintervensi independensi bank sentral . Sedangkan Juda Agung yang saat ini menjabat Deputi Gubernur BI dikabarkan akan bergeser ke Kementerian Keuangan.

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda menyoroti tren beberapa bulan terakhir di mana pemerintah kerap mempertanyakan peran BI dalam memacu pertumbuhan ekonomi, termasuk desakan penurunan suku bunga acuan guna menyokong program fiskal.

"Tentu kita semua bisa menilai bagaimana Pemerintah getol untuk mengintervensi sektor moneter melalui Bank Indonesia. Tidak hanya isu soal Tommy yang masuk ke BI, namun kita juga melihat dalam beberapa bulan terakhir pemerintah selalu mempertanyakan soal peran BI dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Huda, Senin (19/1).

Baca Juga: Selain Thomas Djiwandono, Ini 2 Nama Calon Deputi Gubernur BI Usulan Prabowo

Kekhawatiran utama yang disampaikan Huda adalah status Thomas Djiwandono sebagai anggota aktif Partai Gerindra. Kehadiran figur politik dalam jajaran Dewan Gubernur BI dianggap dapat merusak tatanan lembaga yang seharusnya steril dari kepentingan politik praktis.

"Saya khawatir bahwa masuknya anggota aktif Partai Gerindra, akan membawa buruk terkait dengan independensi BI. Bank Indonesia sendiri merupakan lembaga negara yang Independen dan bebas dari campur tangan pihak manapun, termasuk pemerintah. Ini seperti Gubernur BI jalur Parpol," tegasnya.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |