Hidayat Nur Wahid Apresiasi Kesepakatan Ormas Islam soal Penetapan Iduladha 27 Mei 2026

14 hours ago 13

loading...

Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid (kedua dari kiri) mengapresiasi seluruh ormas Islam yang hadir dalam sidang isbat karena berhasil mencapai kesepakatan bersama terkait penetapan awal Zulhijah 1447 H. Foto/Aldhi Chandra

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang hadir dalam sidang isbat karena berhasil mencapai kesepakatan bersama terkait penetapan awal Zulhijah. Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, yang artinya 10 Zulhijah 1447 H atau Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Hidayat menyebut kesepakatan tersebut menjadi wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika di tengah perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah. "Kami sangat bersyukur bahwa Alhamdulillah Kementerian Agama bisa melanjutkan tradisi yang baik dengan sidang isbat yang kali ini Alhamdulillah menghadirkan kesepakatan dari seluruh ormas yang hadir, dari beragam metode yang ada," kata Hidayat saat konferensi pers di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga: Breaking News! Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026

Ia mengatakan, kesepakatan yang dicapai menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang ormas maupun metode penentuan awal bulan tidak menghalangi persatuan umat dan bangsa. Hidayat juga menyampaikan apresiasi DPR RI terhadap aspirasi dan masukan dari ormas Islam, masyarakat, serta para pakar yang terlibat dalam sidang isbat hingga menghasilkan keputusan bersama yang diumumkan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

"Tentu saja ini menggambarkan betapa memang Bhinneka Tunggal Ika selalu juga bisa kita hadirkan. Kita bhinneka latar belakang ormas, bhinneka latar belakang metode tentang penentuan awal dan akhir bulan dan seterusnya, tapi kita satu juga; satu umat, satu bangsa, satu negara," ujarnya.

Selain itu, ia mengajak umat Islam memanfaatkan sepuluh hari pertama Zulhijah untuk memperbanyak amal saleh. Menurutnya, momentum tersebut penting untuk memperkuat silaturahmi dan melakukan kebaikan bagi bangsa dan negara. Hidayat berharap tradisi musyawarah dan persatuan dalam penetapan awal bulan Hijriah dapat terus dipertahankan pada masa mendatang.

"Karenanya, kami ikut mengajak kepada seluruh warga bangsa Indonesia, khususnya umat Islam, untuk memaksimalkan sepuluh hari pertama ini untuk memperbanyak amal saleh, untuk menyambung silaturahim, melakukan kebaikan bagi bangsa, bagi negara, bagi umat," katanya.

(zik)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |