Harga Terkoreksi, Saham EMAS Tetap Menarik Secara Fundamental

1 day ago 7

loading...

Koreksi harga emas global tidak mengubah pandangan struktural terhadap emas, yang masih diproyeksikan berada pada level tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Foto/Dok

JAKARTA - Harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi jangka pendek setelah reli kuat sebelumnya. Namun koreksi ini tidak mengubah pandangan struktural terhadap emas, yang masih diproyeksikan berada pada level tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs menegaskan bahwa penurunan jangka pendek emas bersifat teknikal dan volatilitas jangka pendek, sementara faktor utama pendukung harga emas tetap utuh. Permintaan dari bank sentral, lindung nilai terhadap risiko kebijakan global, serta minat investor institusional dinilai bersifat “sticky” dan tidak mudah berbalik arah.

Di tengah kondisi tersebut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) justru berada pada posisi yang semakin menarik. "Harga saham EMAS saat ini masih mencerminkan asumsi konservatif, sementara realisasi harga emas global berada jauh di atas asumsi tersebut," ungkap GM Corporate Communication Merdeka Copper Gold, Tom Malik.

Baca Juga: Saham EMAS Melesat Usai Umumkan Operasionalisasi Proyek Pani

Beberapa poin utama yang mendukung EMAS yakni koreksi emas bersifat jangka pendek, sementara outlook jangka menengah-panjang tetap positif. EMAS akan segera memasuki fase produksi, dengan Proyek Emas Pani diproyeksikan menghasilkan lebih dari 90.000 ounce emas per tahun pada tahap awal.

Struktur biaya yang kompetitif membuat EMAS tetap resilient dalam berbagai skenario harga emas. Leverage ke harga emas tetap besar, sehingga normalisasi sentimen pasar berpotensi langsung tercermin pada kinerja EMAS.

Baca Juga: Proyek Pani EMAS Bakal Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik

"Dengan kata lain, pelemahan harga emas saat ini lebih merupakan noise, bukan perubahan arah. Fundamental EMAS terus bergerak ke fase yang lebih matang, sementara valuasi sahamnya masih tertinggal dari realitas harga emas global," bebernya.

(akr)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |