Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo

8 hours ago 5

loading...

Mahfud MD dan Busyro Muqoddas. Foto: Dok SindoNews

JAKARTA - Kiai Kampung HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy mengusulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas masuk kabinet Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pria yang akrab disapa Gus Lilur ini menyoroti krisis kepercayaan publik terhadap penegak hukum.

“Saya tertawa membaca sebuah meme yang sedang ramai berseliweran di media sosial. Bunyinya: "Prabowo bersama: Jaksa + TNI. Jokowi bersama: Polri + KPK. Rakyat bersama: Damkar. Hidup Damkar!!" Saya tertawa—lalu tawa itu perlahan berubah getir. Sebab meme yang paling lucu selalu meme yang paling jujur,” ujar Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7/2026).

Di balik kelakarnya, Gus Lilur menilai meme itu adalah potret faktual tentang bagaimana rakyat membaca peta kekuasaan hari ini: institusi-institusi penegak hukum dipersepsikan telah terbelah menjadi faksi-faksi, berbaris di belakang dua kutub kekuasaan, sementara rakyat—yang tidak kebagian tempat di barisan mana pun—hanya bisa berpelukan dengan pemadam kebakaran, satu-satunya aparat berseragam yang dianggap masih tulus menolong tanpa bertanya kau berdiri di kubu mana.

Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Baca juga: Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat

“Meme ini harus dibaca sebagai alarm, bukan hiburan. Ia menggambarkan potensi friksi masa depan politik Indonesia yang mengerikan. Jika benar polarisasi itu mengeras—KPK dan Polri dipersepsikan condong ke Solo, TNI dan kejaksaan condong ke Kertanegara—maka yang sedang disemai hari ini adalah bibit pembelahan cebong-kampret jilid ketiga, yang akan panen raya pada kontestasi 2029 dan membakar periode 2029-2034,” ujar penulis Buku Prabowo untuk Indonesia Raya itu.

Dia menambahkan, dua jilid sebelumnya sudah cukup menyakitkan: keluarga pecah di grup WhatsApp, tetangga saling buang muka, ulama dipecah-belah. Dia berpendapat, jilid ketiga akan jauh lebih berbahaya, karena kali ini yang terbelah bukan hanya pendukung—melainkan dipersepsikan aparat bersenjata dan penegak hukumnya sekalian.

“Jalan paling realistis untuk menutup rapat pintu jilid ketiga itu adalah keberlanjutan: Prabowo-Gibran dua periode. Sebab hanya pemerintahan yang kokoh dan tidak tersandera hitung-hitungan 2029 yang punya keleluasaan membereskan akar persoalannya. Tetapi keberlanjutan elektoral saja tidak cukup. Akar persoalannya harus dicabut sekarang,” imbuhnya.

Gus Lilur mengungkapkan bahwa sejak beberapa hari terakhir, berkembang asumsi-asumsi liar—pembusukan wacana yang meracuni kognisi rakyat Indonesia. Dia pun mengajak untuk memperhatikan polanya di linimasa: orang yang benci kejaksaan menghantam kejaksaan luar biasa kerasnya; yang benci Polri menghantam polisi habis-habisan; yang antitentara menghantam TNI tanpa ampun.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |