Gerakan Srikandi Indonesia Dideklarasikan, Cita-citakan Perempuan Berdaya Guna

2 hours ago 2

loading...

Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) resmi dideklarasikan sebagai wadah perjuangan dan kolaborasi perempuan Indonesia lintas profesi dan generasi di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) resmi dideklarasikan sebagai wadah perjuangan dan kolaborasi perempuan Indonesia lintas profesi dan generasi. Deklarasi dirangkaikan dengan penandatanganan akta pendirian dan komitmen organisasi itu menandai lahirnya sebuah gerakan berorientasi pada pemberdayaan perempuan yang nyata di bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Dalam deklarasi tersebut, Dewie Yasin Limpo tampil sebagai pencetus sekaligus pendiri dan Ketua Umum Gerakan Srikandi Indonesia. Sejumlah tokoh perempuan nasional turut tercatat sebagai pendiri dan penggerak. Mereka di antaranya peneliti sekaligus birokrat Delima Hasri Azahari, Siti Nur Azizah Ma’ruf, pengacara kondang Elza Syarief, Siti Fadillah Supari, Melani L. Suharli, serta sejumlah tokoh perempuan nasional lainnya dari berbagai latar belakang profesional. Baca juga: Menguatkan Perempuan, Mengokohkan Peradaban Bangsa

Dewie menegaskan, GSI dibentuk bukan sekadar sebagai organisasi seremonial atau ruang berkumpul tanpa arah. GSI lahir dari kegelisahan atas potensi besar perempuan Indonesia yang belum sepenuhnya terkelola secara kolektif dan berkelanjutan.

“Kita berkumpul di GSI untuk mewujudkan perempuan Indonesia yang berdaya, mandiri, dan berdaulat untuk bangsa ini. Bukan sekadar kongkow tanpa tujuan. Kita ingin era baru, perempuan yang bersatu, bahagia, tapi punya target sukses, baik di politik maupun ekonomi,” kata Dewie dalam sambutannya di Jakarta, Sabtu (7/2/2025).

Ia menekankan perempuan merupakan aset luar biasa bagi bangsa. Peran perempuan sangat dibutuhkan di seluruh sektor kehidupan, mulai dari politik, ekonomi, sosial, hingga lingkungan. Negara pun telah membuka ruang yang luas, termasuk kuota keterwakilan perempuan sebesar 30% di lembaga legislatif.

“Jalurnya sudah ada. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri. Di GSI, yang ingin terjun ke politik akan kita bekali pendidikan politik. Yang ingin menjadi pengusaha, kita carikan jalannya. Kita belajar bersama, tumbuh bersama,” tegasnya.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |