loading...
Doa agar bisa meninggal atau diwafatkan di Tanah Suci ini, pernah diamalkan oleh Umar bin Khatab Radhiyallahuanhu. Sang khalifah dari Khulafaur Rasyidin ini sangat berharap dapat meninggal di tanah suci. Foto ilustrasi/ist
Doa agar bisa meninggal atau diwafatkan di Tanah Suci ini, pernah diamalkan oleh Umar bin Khatab Radhiyallahu'anhu. Sang khalifah dari Khulafaur Rasyidin ini sangat berharap dapat meninggal di Tanah Suci . Sehingga Umar bin Khattab pernah berdoa sebagai berikut:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ ، وَاجْعَلْ مَوْتِي فِي بَلَدِ رَسُولِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Allahummar ruqnii syahaadatan fii sabiilila waj’al mautii fii baladi rasuulika shallallahu ‘alaihi wa sallama
Ya Allah, berikanlah aku anugrah mati syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di tanah Rasul-Mu Saw. (HR. Bukhari)
Baca juga: Mengharap Wafat di Tanah Suci: Doa yang Dianjurkan atau Dilarang?
Doa serupa juga pernah diamalkan Nabi Musa Alaihisallam. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam menceritakan permintaan Nabi Musa ketika didatangi malaikat maut, dan bersabda
سَأَلَ اللَّهَ أَنْ يُدْنِيَهُ مِنْ الْأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ رَمْيَةً بِحَجَرٍ
Beliau memohon kepada Allah, agar kematiannya di dekatkan dengan tanah suci (baitul maqdis) sejauh lemparan kerikil. (HR. Bukhari & Muslim)
Menurut Ibnu Baththal dalam Syarh Shahih Bukhari, keutamaan dimakamkan di tanah suci adalah karena adanya orang-orang mulia dan memiliki keutamaan yang dimakamkan di sana, seperti para nabi dan orang saleh lainnya. Sehingga dianjurkan untuk mati di dekat mereka, sebagaimana dianjurkan untuk berdampingan dengan mereka ketika hidup. Itulah makna doa Nabi Musa dan Umar bin Khaththab. Wallahu’alam.
Baca juga: Ibadah Haji dan Iduladha : Apakah Keduanya Saling Berkaitan?
(wid)































