Bikin Israel Ketakutan, Seberapa Kuat Sebenarnya Rudal-rudal Iran? Ini Analisisnya

1 hour ago 3

loading...

Israel merasa cemas dan takut dengan program rudal balistik Iran sehingga menekan AS untuk memasukkan program rudal Iran dalam negosiasi. Foto/X @IranArmyStan

TEHERAN - Iran telah melakukan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) pada Jumat pekan lalu di Oman. Republik Islam itu selalu memperingatkan bahwa program rudal balistiknya yang tangguh—salah satu yang terbesar di Timur Tengah—adalah "garis merah" dalam negosiasi apa pun.

Uji coba terbaru kemampuan rudal Iran terjadi selama perang 12 hari pada Juni 2025 dengan Israel, di mana Teheran menembakkan rentetan rudal balistik ke Israel, menewaskan puluhan orang dan menghancurkan puluhan bangunan dan blok apartemen di pusat dan utara negara itu.

Baca Juga: Israel Sesumbar Akan Serang Iran Sendirian Tanpa Perlu Izin AS

Rudal-rudal Iran itu telah membuat Israel cemas dan takut, yang pada akhirnya menekan AS untuk memasukkan program rudal balistik Teheran bagian dari perundingan terbaru. Teheran tetap menolak, dan hanya bersedia berunding soal program nuklirnya saja.


Kekuatan Rudal Iran, Momok bagi Israel

Seberapa kuat sebenarnya rudal-rudal Iran yang membuat Israel begitu takut. Menurut analisis dari Institute for the Study of War (ISW) dan AEI Critical Threats Project, seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/2/2026), Israel kemungkinan menghancurkan sekitar sepertiga peluncur rudal Iran selama konflik 12 hari pada Juni tahun lalu.

Para pejabat Iran telah berulang kali mengatakan bahwa Teheran telah pulih dari kerusakan yang terjadi selama perang dan bahwa kemampuan rudal balistiknya lebih baik dari sebelumnya.

Rudal balistik adalah senjata yang didorong roket yang dipandu selama pendakian awalnya tetapi mengikuti lintasan jatuh bebas di bawah gravitasi untuk sebagian besar penerbangannya. Rudal ini mengirimkan hulu ledak—yang berisi bahan peledak konvensional atau berpotensi amunisi biologis, kimia, atau nuklir—dalam jarak yang bervariasi, dengan klasifikasi mulai dari jarak pendek hingga antarbenua tergantung pada jenis rudalnya.

Negara-negara Barat menganggap persenjataan rudal balistik Iran sebagai ancaman militer konvensional terhadap stabilitas Timur Tengah dan sebagai mekanisme pengiriman senjata nuklir, jika Teheran mengembangkannya. Iran membantah niat untuk membangun bom atom.

Iran memiliki persediaan rudal balistik terbesar di Timur Tengah, menurut Kantor Direktur Intelijen Nasional AS. Rudal-rudal Iran memiliki jangkauan yang ditetapkan sendiri sejauh 2.000 km (1.240 mil), yang menurut para pejabat di masa lalu cukup untuk melindungi negara tersebut karena mencakup jarak serang ke Israel.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |