loading...
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. Foto: Danandaya Aria Putra
JAKARTA - Pengamat Politik dan Pertahanan Keamanan dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting mengungkapkan tujuh nama yang sangat diperhitungkan untuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pengganti Jenderal Maruli Simanjuntak. Menurut dia, dinamika di pucuk pimpinan TNI Angkatan Darat selalu menarik perhatian publik.
Dia mengatakan, Jenderal Maruli Simanjuntak yang merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1992, kini telah menduduki KSAD selama lebih dari dua tahun dua bulan. “Dalam tradisi organisasi TNI, durasi ini merupakan ‘ambang batas’ umum, terjadinya rotasi atau mutasi, meskipun sang jenderal sendiri belum memasuki masa purnatugas,” ujar Selamat Ginting, Sabtu (7/2/2026).
Dia menjelaskan, Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara memiliki hak prerogatif penuh untuk menentukan kapan estafet tongkat komando ini perlu digulirkan. “Saat ini, di bawah bayang-bayang Jenderal Bintang Empat, setidaknya ada 27 Letnan Jenderal (Letjen) aktif yang secara teoritis memiliki peluang,” ujarnya.
Baca juga: Selamat! 6 Atlet TNI AU Sandang Pangkat Perwira
Namun, lanjut dia, jika menelisik lebih dalam, bursa kandidat ini terpolarisasi ke dalam tiga klaster strategis: organisasi Kementerian/Lembaga (K/L), Mabes TNI, dan internal Mabesad. Di klaster K/L, nama-nama senior seperti Letjen Suharyanto (Kepala BNPB, Akmil 1989) dan Letjen Mochammad Hasan (Sesmenko Polkam, Akmil 1989) menempati urutan teratas secara abituren. Keduanya memiliki jam terbang birokrasi yang tinggi.
“Peluang mereka tampaknya semakin tipis, setelah muncul nama-nama juniornya dari lulusan 1993-1994 dan bahkan 1995 yang sudah menduduki jabatan bintang tiga,” imbuhnya.
Lagipula Suharyanto sudah terlalu lama menduduki posisi Kepala BNPB dan dalam waktu dekat kemungkinan akan diganti. “Munculnya nama-nama yang lebih muda seperti Letjen Tri Budi Utomo (Sekjen Kemhan, Akmil 1994) dan Letjen Rafael Granada Baay (Sekretaris Utama BIN, Akmil 1993), misalnya, memberikan sinyal adanya potensi lompatan generasi yang progresif, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang Infanteri Kopassus,” ujarnya.
































