loading...
Upaya paksa membuka Selat Hormuz bisa jadi bumerang. Foto/X
TEHERAN - Saat perang antara Amerika Serikat dan Iran memasuki minggu keempatnya, Selat Hormuz telah menjadi medan pertempuran yang paling kritis — dan mudah berubah — dalam konflik tersebut.
Titik sempit yang dilalui sebagian besar minyak dunia ini, kini lumpuh.
Iran sebagian besar telah memblokade selat tersebut, menghambat pengiriman minyak dan mengganggu perdagangan global.
Namun, Teheran bersikeras bahwa jalur air tersebut tetap terbuka untuk semua pengiriman kecuali kapal-kapal yang terkait dengan apa yang disebutnya sebagai "musuh-musuhnya," dan menggambarkan gangguan tersebut sebagai respons yang ditargetkan daripada penutupan total.
Dampaknya telah terasa di pasar energi, mendorong kenaikan harga bahan bakar secara global.
Bagi Washington, membuka kembali selat tersebut bukan lagi sekadar tujuan militer — tetapi merupakan keharusan ekonomi dan politik.
Namun, melakukannya mungkin terbukti jauh lebih sulit daripada yang terlihat.
Taruhannya telah meningkat tajam dalam beberapa jam terakhir, menggarisbawahi betapa cepatnya krisis dapat meningkat.
6 Alasan Upaya Paksa Membuka Selat Hormuz Bisa Jadi Bumerang
1. Iran Akan Mengamuk di Timur Tengah
Pada hari Minggu, Iran mengancam akan menargetkan infrastruktur penting di seluruh Timur Tengah jika Presiden AS Donald Trump menindaklanjuti peringatannya untuk "menghancurkan" pembangkit listrik negara itu kecuali Selat Hormuz dibuka kembali sepenuhnya dalam waktu 48 jam.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam, yang secara tajam meningkatkan tekanan pada kepemimpinan Teheran.
Komando militer Iran menanggapi bahwa serangan semacam itu akan memicu serangan terhadap "infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi" yang terkait dengan AS di seluruh wilayah — menandakan risiko konflik yang jauh lebih luas.
Pemerintahan Donald Trump sedang mempertimbangkan beberapa opsi, menurut The New York Times, masing-masing membawa risiko, kompleksitas, dan potensi eskalasi yang signifikan — tanpa solusi cepat atau terjamin yang terlihat.
2. Membuka Selat Hormuz Tanpa Memicu Perang Lebih Luas
Para analis mengatakan Washington selanjutnya dapat meningkatkan tekanan militer, ekonomi, dan angkatan laut — dari serangan yang lebih intensif hingga pengawalan kapal tanker — karena berupaya memaksa Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa memicu perang yang lebih luas.

































